Parepare, katasulsel.com — Laga belum menemukan pemenang. Hingga menit ke-73 babak kedua, skor masih 2-2 dalam duel panas pekan ke-23 Liga 1 antara PSM Makassar dan Persita Tangerang di Stadion Gelora BJ Habibie.

Pertandingan kini memasuki fase krusial. Ini bukan lagi soal siapa mencetak gol duluan, tapi siapa yang mampu menjaga fokus di menit-menit “zona merah”.

PSM mulai meningkatkan intensitas. High pressing kembali diaktifkan. Overlapping dari sisi sayap lebih agresif. Crossing demi crossing dilepaskan untuk memecah blok pertahanan Persita.

Namun tim tamu bermain dengan low block yang disiplin. Garis pertahanan rapat. Transisi bertahan ke menyerang mereka tetap berbahaya. Sekali mencuri bola, serangan balik dilancarkan dengan direct play cepat.

Momentum pertandingan terasa menggantung.

Secara psikologis, PSM berada dalam tekanan. Bermain di kandang, sempat unggul dua gol, kini harus bekerja ekstra untuk merebut kembali kontrol penuh. Mereka tak bisa terlalu all out karena risiko counter attack Persita sangat nyata.

Sementara Persita tampak nyaman memainkan skenario pragmatis. Mereka sabar. Menunggu celah. Dalam istilah populer: wait and punish.

Menit 73 adalah wilayah game management. Biasanya pelatih mulai memainkan kartu terakhirnya: rotasi segar, perubahan formasi, atau memasukkan striker tambahan untuk mencari winning moment.

Parepare semakin tegang. Suporter berdiri. Setiap sentuhan bola di area final third memicu sorakan.

Skor masih 2-2. Tapi atmosfer sudah seperti laga hidup-mati.

Pertanyaannya tinggal satu: siapa yang paling siap mengeksekusi momen kecil yang bisa menjadi penentu? (edy)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.