MAKASSAR – Kamis (4/3/2026), Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) dan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi meluncurkan buku “KUHAP Baru: Tantangan dan Harapan” di Baruga Adhyaksa, Makassar.
Acara ini jadi momentum penting: Kepala Kejati Sulsel, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, YM Dr. Hj. Nirwana, dan Dekan FH Unhas, Prof. Dr. Hamzah Halim, hadir langsung. Secara virtual, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) RI), Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, memberi apresiasi.
Buku ini lahir dari Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan akademisi dan praktisi hukum. Kajati Sulsel menekankan, KUHAP Baru membawa perubahan fundamental:
- Pergeseran paradigma
- Penguatan hak
- Mekanisme baru
- Kesetaraan
- Modernisasi hukum
“Buku ini jadi panduan praktis bagi penegak hukum. Kami harap bisa dorong kualitas SDM aparat dan praktisi,” ujar Dr. Didik Farkhan.
Akademisi dan Praktisi Bersinergi
Disunting oleh Fajlurrahman Jurdi, Ketua Pusat Kajian Kejaksaan FH Unhas, buku ini ditulis oleh lintas profesi: Jaksa, Hakim, Advokat, Dosen. Beberapa nama besar antara lain:
- Prof. Dr. Ruslan Renggong, S.H., M.H.
- Prof. Dr. Muhammad Rinaldy Bima, S.H., M.H.
- Dr. Hijrah Adhyanti Mirzana, S.H., M.H.
- Dr. H. Tadjuddin Rachman, S.H., M.H.
- Dr. Rahman Syamsuddin, S.H., M.H.
- Dr. Andi Julia Cakrawala, S.H., M.H.
- …dan 15 kontributor lainnya
Buku ini jadi jembatan teori-praktik hukum, memberi kerangka universal pada aspek penting Hukum Acara Pidana di Indonesia.
Prof. Dr. Asep Nana Mulyana menambahkan, buku ini bukan cuma akademik, tapi panduan nyata untuk Jaksa, Hakim, Advokat, agar penegakan hukum makin modern, adil, dan transparan.
#PenegakHukumGoModern ✅ #HukumTerdepan ✅ #KUHAPBaru ✅ — itulah semangat peluncuran buku ini. Kolaborasi akademisi dan praktisi hukum jadi senjata strategis membangun sistem peradilan Indonesia yang lebih kuat dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan