Sidrap, katasulsel.com — Warung kopi di Sidrap pagi ini ramai bahas polling “Camat Paling Merakyat” yang digelar Katasulsel.com.
Bahkan, Bupati Syaharuddin Alrif dari Jakarta usai bertemu DPR RI, ternyata ikut memantau dari jauh.
Bukan sekadar lihat angka, tapi figur yang punya vote traction, cepat tanggap, dan nyata di mata warga.
Bupati sendiri merespons positif. Ia menyampaikan langsung melalui redaksi katasulsel.com malam tadi. Syaharuddin suka, sebab transparan dan tanpa intervensi.
“Polling ini cerminan persepsi publik. Camat yang merakyat itu harus nyata, cepat tanggap, dorong ekonomi lokal, dan bikin masyarakat kreatif. Efek bandwagon bisa muncul kalau figur benar-benar dekat dengan warga,” kata Syahar.
Masih kata Bupati. Mesti ada penghargaan di akhir polling. Minimal untuk tiga besar di Juni 2026. “Insya allah saya siap menyerahkannya,” kata Syaharuddin Alrif lagi.
Sementara itu, update polling pukul 11.11 WITA per hari ini, Selasa, 7 April 2026 menunjukkan trend suara yang menarik.
Tellu Limpoe, H. Ridwan Bachtiar, SE, M.Si, masih memimpin dengan 2100 suara (36 persen). Pitu Riase, Andi Mukti Ali, S.IP, M.Si, menempel ketat dengan 1836 suara (31 persen), dalam head-to-head race yang sengit.
Tapi yang paling menarik, yakni Maritengngae, Camat Firman, SE, M.M. Suara awalnya nyaris stagnan, kalah jauh dari dua pemimpin teratas di awal-awal, kini berani masuk ‘podium’.
Suaranya tiba-tiba melonjak sejak kemarin ke 485 suara (8 persen), menjadi momentum surprise yang bikin trend line polling mendadak menanjak.
Warga warung kopi pun berbisik, “Eh, Maritengngae naik ya? Ini hebat, apalagi pembaca katasulsel.com memang basisnya di kota kan..,” tutur Etar, di Warkop Anju Pangkajene.
Fenomena ini menunjukkan efek momentum vote: figur yang konsisten hadir di lapangan, tanggap masalah warga, dan ikut aktivitas sosial bisa memicu vote surge di menit-menit terakhir.
Di papan tengah, persaingan tetap sengit: Andi Purnamasari (Dua Pitue) 412 suara, Ali Husain (Pitu Riawa) 409 suara, Mansyur (Watang Pulu) 196 suara. Swing votes dari pemilih yang belum menentukan pilihan bisa mengubah peta kapan saja.
Sebelumnya, Pemimpin Redaksi (Pemred) Katasulsel.com, Edy Basri menjelaskan kalau polling ini bukan survei ilmiah, melainkan suara pembaca. Tidak bisa dijadikan ukuran kinerja resmi.
Mengapa?
Menurut Edy Basri, tidak semua masyarakat membuka website, apalagi fokus ke polling, sehingga tidak mewakili keseluruhan masyarakat yang menilai kedekatan camat dengan warganya.
Edy juga menjelaskan mengenai sistem Katasulsel.com real-time voting yang dilakukannya.
“Hasil votenya langsung ke sistem dan tersedia di website, semua otomatis tercatat dan langsung terlihat, tanpa rekayasa. Setiap klik membawa figur favorit semakin nyata di mata publik, ujarnya.
(*)


