PALEMBANG, Katasulsel.com — Jalan Tol Palembang–Betung, atau Tol Paltung, yang sempat mangkrak beberapa tahun lalu, kini kembali hidup. Targetnya: akhir 2026 siap beroperasi. Harapannya, arus mudik Nataru 2026 hingga Lebaran 2027 bisa mulus, tanpa drama macet.

Hutama Karya (HK), pengelola proyek, tak main-main. Hingga Maret 2026, progress tol sepanjang 54 kilometer ini sudah 69,63 persen untuk seksi 1-2. Jika digabung dengan pekerjaan sebelumnya yang ditangani PT Waskita Sriwijaya Tol (WST), total kemajuan sudah 91,21 persen.

“Proyek ini sempat terhenti sejak 2022. Baru pada September 2024, HK mengambil alih konsesi dan melanjutkan pembangunan. Sekarang kami fokus menyelesaikan lima titik kritis, terutama yang berada di lahan rawa,” jelas Fakhrudin, Project Director Tol Palembang–Betung seksi 1-2.

Tiga titik rawa yang menjadi sorotan berada di Sta 41, Sta 46, dan Sta 48, dengan total panjang 1,2 kilometer. Teknik vacuum preloading diterapkan untuk mengantisipasi penurunan tanah. Pekerjaan ekstra ini dipastikan menahan jalan tol dari risiko amblas atau rusak.

“Sta 41-42 akan rampung dalam tiga bulan. Sementara seluruh seksi 1-2, termasuk Jembatan Sungai Musi V, ditargetkan selesai akhir 2026,” ujar Fakhrudin.

Sebelumnya, Tol Paltung juga sudah difungsikan gratis pada Idul Fitri 2026 untuk mendukung SKB 3 Menteri dan sinergi dengan Polri. Hasilnya? Ribuan kendaraan tersalur lebih cepat, pemudik hemat waktu hingga 3 jam menuju Jambi.

Meski begitu, masih ada pekerjaan rumah. Pembebasan lahan di exit tol Simpang Sebidang Pangkalan Balai harus segera tuntas agar jalan keluar tol menuju jalan nasional bisa dibangun. Untuk Sta 96-97 yang menuju Betung, baru bisa dikerjakan sekarang karena lahan baru bebas Desember lalu.

Yang menarik, pembangunan Tol Paltung terintegrasi dengan proyek WST di Kayu Agung–Palembang. Sementara HK fokus membangun tol baru, WST melakukan perbaikan jalur lama: pengerukan aspal lama, pengisian aspal baru, dan pelapisan ulang. Semua demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tol.

Dengan semua langkah ini, Tol Paltung bukan hanya soal beton dan aspal. Ini soal mudik yang lancar, perjalanan yang aman, dan waktu yang hemat bagi jutaan pemudik. Tol ini bukan janji, tapi bukti bahwa pembangunan bisa berjalan, meski proyek pernah terhenti. (*)

Gambar berita Katasulsel