Sidrap, katasulsel.com — Ada hal menarik dari jelang Audisi Dangdut Academy (DA) 8 Indosiar di Sidrap. Bukan sekadar soal panggung atau juri, tapi pergerakan orang sebelum acara dimulai.
Lima hari sebelum hari H, tepatnya Sabtu, 25 April 2026, Sidrap sudah lebih dulu kedatangan “gelombang kecil” calon peserta dari luar daerah.
Mereka bukan datang untuk tampil. Tapi untuk satu hal yang lebih sederhana: mencari kepastian cara mendaftar.
“Banyak yang datang tanya formulir,” kata staf Disporapar Sidrap, A. Sukma Said.
Yang menarik, sebagian calon peserta ternyata datang dari luar provinsi, termasuk Sulawesi Barat. Namun ada satu pola yang cukup unik: banyak yang mengira pendaftaran sudah bisa diambil di kantor dinas.
Padahal sistemnya berbeda.
Di sini terlihat fenomena kecil tapi penting: informasi audisi bergerak lebih lambat dibanding antusiasme peserta.
Ketua panitia Abdul Jabbar menjelaskan, pendaftaran tidak dibuka di kantor jauh-jauh hari. Semua terpusat di hari pelaksanaan, atau bisa juga melalui jalur online.
“Offline di hari H, Sabtu nanti,” ujarnya.
Artinya, sebelum suara penyanyi pertama terdengar di panggung, sudah ada “kompetisi lain” yang terjadi lebih dulu: kompetisi mencari informasi yang benar.
Di sisi lain, Sidrap juga mulai kedatangan rombongan besar dari Indosiar. Juri, LO, hingga kru produksi dijadwalkan tiba setelah mendarat di Makassar, 23 April 2026.
Nama-nama seperti Selfie Yamma dan Andi Syaqira DA7 juga akan ikut menghidupkan panggung.
Namun yang membuat event ini unik bukan hanya skala nasionalnya. Tapi cara Sidrap berubah sebelum acara dimulai.
Biasanya, sebuah event baru terasa saat hari H. Tapi di sini, suasana sudah lebih dulu terbentuk: ada calon peserta yang datang lebih awal, ada panitia yang menjelaskan berulang, ada OPD yang rapat koordinasi, bahkan ada pergerakan lintas daerah yang sudah mulai terlihat.
Dengan kata lain, DA8 di Sidrap tidak dimulai dari panggung—tapi dari perjalanan orang-orang menuju panggung itu sendiri.
Dan itu belum termasuk hari H.
Karena saat Sabtu tiba, Sidrap bukan lagi sekadar lokasi audisi. Tapi sudah menjadi titik kumpul harapan dari banyak daerah yang sedang mengejar satu hal yang sama: kesempatan untuk didengar.
