Sidrap, katasulsel.com — Ada alasan mengapa wajah Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, tampak begitu bersemangat saat membuka Sidrap Cup 2026 di Stadion Ganggawa.
Baginya, turnamen ini bukan sekadar kompetisi sepak bola. Ada kerinduan yang ikut hadir bersama si kulit bundar yang kembali menggelinding di lapangan hijau.
Kerinduan itu bernama Persidrap.
Klub kebanggaan masyarakat Sidrap tersebut pernah menjadi simbol kejayaan sepak bola daerah. Namanya dikenal, permainannya disegani, dan kehadirannya selalu membangkitkan kebanggaan warga Bumi Nene Mallomo.
Kenangan itulah yang kembali muncul saat Syahar menyaksikan puluhan tim bersaing dalam Sidrap Cup 2026.
Ia membayangkan, di antara ratusan pemain yang turun bertanding hari ini, mungkin ada calon bintang masa depan yang suatu saat mengenakan jersey klub profesional, membela daerah di level nasional, bahkan membawa nama Indonesia.
Karena itu, Syahar menaruh harapan besar pada turnamen yang kembali digelar setelah vakum tersebut.
Menurutnya, sepak bola tidak hanya menghasilkan juara. Yang lebih penting adalah melahirkan pemain berbakat yang mendapat ruang untuk berkembang.
“Bisa jadi pemain terbaik Sulawesi Selatan berikutnya sedang bermain hari ini. Bisa jadi pemain nasional masa depan lahir dari Sidrap Cup,” menjadi harapan yang terus digaungkan dalam semangat penyelenggaraan turnamen tersebut.
Di mata Syahar, Sidrap memiliki sejarah yang cukup kuat dalam dunia sepak bola. Daerah ini pernah memiliki Persidrap yang menjadi kebanggaan masyarakat dan mampu berbicara banyak di level regional.
Namun waktu terus berjalan. Generasi berganti. Kompetisi berubah.
Kini, menurutnya, saat yang tepat untuk menyalakan kembali api yang pernah membuat sepak bola Sidrap begitu hidup.
Karena itu, Sidrap Cup diposisikan bukan hanya sebagai ajang pertandingan, tetapi juga sebagai tempat pembinaan, pencarian bakat, dan investasi masa depan olahraga daerah.
Sorak-sorai penonton yang kembali memenuhi Stadion Ganggawa menjadi pertanda bahwa kecintaan masyarakat terhadap sepak bola belum pernah hilang.
Mereka mungkin datang untuk mendukung tim favoritnya. Tetapi di balik itu, ada harapan yang lebih besar.
Harapan agar Sidrap kembali memiliki pemain yang membanggakan.
Harapan agar nama Persidrap suatu hari kembali diperhitungkan. Dan harapan agar dari stadion sederhana di jantung Bumi Nene Mallomo, lahir talenta-talenta yang mampu menembus panggung nasional.
Sidrap Cup 2026 pun menjadi lebih dari sekadar turnamen.
Ia berubah menjadi jembatan antara kejayaan masa lalu dan mimpi besar masa depan sepak bola Sidrap. (*)
