Jakarta, Katasulsel.com — Siapa sangka, sosok yang kini berdiri di pucuk pimpinan Polri ternyata pernah menghiasi cerita dunia remaja pada era 1980-an.

Suyudi Ario Seto, yang kini menjabat Kapolri, ternyata pernah mengikuti ajang Cover Boy Majalah Mode pada 1988. Kala itu, usianya masih sekitar 16 tahun dan ia tercatat sebagai pelajar SMPN 70 Jakarta.

Namanya masuk sebagai salah satu semifinalis dalam ajang pemilihan model sampul majalah remaja tersebut.

Yang membuat kisah ini semakin menarik, Suyudi ternyata berada dalam satu angkatan dengan sejumlah nama yang kemudian dikenal publik, termasuk Candy Satrio dan Gugun Gondrong.

Namun, perjalanan Suyudi ternyata tidak berlanjut ke dunia hiburan.

Setelah masa remajanya, ia justru memilih jalan yang sama sekali berbeda. Suyudi masuk Akademi Kepolisian dan menyelesaikan pendidikan pada 1994.

Dari sana, perjalanan panjangnya di kepolisian dimulai.

Ia mengawali karier dengan penugasan di Brimob, kemudian banyak berkecimpung di bidang reserse. Berbagai jabatan strategis pun kemudian dipercayakan kepadanya, mulai dari jajaran Polda Metro Jaya hingga sejumlah posisi pimpinan di tingkat nasional.

Namanya pernah menghiasi sejumlah posisi penting, termasuk Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, kemudian Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kini, perjalanan itu mencapai salah satu titik tertingginya setelah Suyudi dipercaya menjadi Kapolri.

Dari seorang remaja yang ikut pemilihan Cover Boy pada 1988, perjalanan hidupnya berubah menjadi pengabdian puluhan tahun di institusi kepolisian.

Foto dan kisah masa mudanya pun kini kembali menjadi perhatian publik.

Bukan karena ia menjadi bintang sinetron.

Justru sebaliknya.

Dulu ikut Cover Boy. Kini memimpin Korps Bhayangkara.

Sebuah potongan kecil dari masa lalu yang baru puluhan tahun kemudian kembali menjadi cerita besar. (*)