Kendari, katasulsel.com — Aktivitas tektonik kembali mengguncang wilayah Sulawesi Tenggara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi terjadi di Kota Kendari dan dirasakan hingga Kabupaten Konawe Selatan, Sabtu (18/4/2026) pukul 05.13 Wita.
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa tersebut memiliki magnitudo 2,8 dengan episenter di darat, sekitar 10 kilometer tenggara Kendari, pada kedalaman 5 kilometer.
“Gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari North,” ujarnya.
Getaran gempa di Kendari tercatat pada skala III MMI, yang berarti terasa jelas di dalam rumah, seperti getaran kendaraan berat. Sementara di Konawe Selatan, intensitasnya berada pada skala II MMI, dirasakan oleh sebagian orang dan benda ringan bergoyang.
BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Namun, tercatat dua kali gempa susulan dengan kekuatan kecil.
Dalam konteks kebencanaan, gempa dangkal seperti ini terjadi akibat pergerakan patahan aktif di kerak bumi, yang meski berkekuatan rendah tetap dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar episenter.
BMKG mengimbau masyarakat Kendari dan Konawe Selatan untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Pastikan informasi resmi hanya dari BMKG,” tegas Nasrol.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa wilayah Kendari dan sekitarnya berada di zona rawan aktivitas tektonik, sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi gempa bumi.(edy)
