Medan, Katasulsel.com – Upaya penyelundupan narkotika lintas negara kembali digagalkan aparat. Tim Polrestabes Medan melalui Satuan Reserse Narkoba membongkar jaringan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan Thailand.
Dalam operasi ini, polisi menyita sabu dengan total berat mencapai 52 kilogram—jumlah besar yang diduga kuat akan diedarkan ke sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
Kasatres Narkoba, Rafly Yusuf Nugraha, menjelaskan pengungkapan bermula dari penangkapan seorang pria berinisial MF di kawasan Jalan Setia Budi, Kamis (29/1/2026).
Dari tangan MF, petugas awalnya menemukan 2 kilogram sabu. Namun, temuan itu menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.
Pengembangan kasus mengarah ke wilayah Pantai Lhok Pu’uk. Di lokasi ini, polisi kembali menemukan 50 kilogram sabu yang diduga berasal dari jaringan internasional berbasis Thailand.
Modus Jalur Laut dan Kurir Bayaran
Pola yang digunakan jaringan ini tergolong klasik namun efektif: jalur laut. Barang dikirim dari luar negeri menuju pesisir, lalu diambil oleh kurir untuk dibawa ke daratan.
MF berperan sebagai kurir. Ia mengaku tergiur imbalan besar—hingga Rp600 juta untuk dua orang—jika berhasil membawa barang haram tersebut dari titik pendaratan ke lokasi distribusi.
Modus ini menunjukkan bahwa jaringan memanfaatkan celah pengawasan di wilayah pesisir. Selain itu, penggunaan kurir lokal menjadi strategi untuk memutus jejak antara bandar dan distribusi akhir.
Target Pasar Sumatera
Puluhan kilogram sabu itu rencananya akan diedarkan ke berbagai wilayah di Sumatera. Jika lolos, dampaknya dipastikan luas—baik dari sisi sosial maupun keamanan.
Polisi menilai, jaringan ini tidak bekerja sporadis. Ada sistem distribusi yang terstruktur, mulai dari pengiriman lintas negara, penyimpanan sementara, hingga distribusi ke pasar lokal.
Saat ini, aparat masih memburu sosok bandar besar berinisial D yang diduga menjadi pengendali utama. Namanya telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Pengungkapan ini menegaskan bahwa Sumatera masih menjadi target utama jaringan narkotika internasional. Jalur laut yang panjang dan terbuka menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam memutus rantai distribusi.
Polisi memastikan pengembangan kasus terus dilakukan untuk menelusuri jaringan lebih luas dan menutup setiap celah yang dimanfaatkan sindikat narkoba lintas negara. (*)


