Malaysia, katasulsel.com – Subuh biasanya menjadi waktu tersibuk di perbatasan Johor-Singapura. Ribuan pekerja, pelajar, wisatawan, dan pelaku usaha berlalu-lalang melintasi salah satu jalur darat terpadat di dunia.
Namun pada Kamis pagi, 29 Mei 2025, suasana berbeda terjadi.
Layar komputer petugas imigrasi mendadak tidak berfungsi. Sistem pemeriksaan keimigrasian Malaysia mengalami gangguan nasional yang membuat proses keluar-masuk negara lumpuh selama hampir lima jam.
Akibatnya, ribuan pelancong terjebak dalam antrean panjang di berbagai pintu masuk Malaysia.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Dampak paling besar dirasakan di Kompleks Sultan Iskandar, Johor Bahru, yang menjadi penghubung utama Malaysia dan Singapura.
Pemantauan jurnalis katasulsel.com, Sejak pukul 04.30 waktu setempat, petugas tidak lagi dapat mengakses sistem digital yang selama ini digunakan untuk memverifikasi identitas dan dokumen perjalanan.
Kondisi tersebut memaksa petugas kembali menggunakan metode pemeriksaan manual, sebuah cara yang jauh lebih lambat dibanding sistem elektronik yang biasa digunakan.
Antrean pun mengular.
Ribuan orang harus menunggu lebih lama dari biasanya untuk bisa melintasi perbatasan.
Sebagian terlambat menuju tempat kerja, sementara wisatawan terpaksa menyesuaikan kembali jadwal perjalanan mereka.
Gangguan baru berhasil dipulihkan sekitar pukul 09.30 pagi waktu setempat.
Meski sistem kembali normal, dampak penumpukan antrean masih berlangsung beberapa waktu setelahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di era digital, gangguan teknologi selama beberapa jam saja dapat memengaruhi mobilitas ribuan orang dan aktivitas ekonomi lintas negara.
Terlebih, Johor-Singapura merupakan salah satu koridor perlintasan manusia tersibuk di Asia Tenggara yang setiap hari menjadi urat nadi hubungan ekonomi kedua negara.(*)
