BULUKUMBA — Di usia yang masih terbilang muda, Aan Wahyu Junaedy mendapat tugas yang tidak kecil.
Ia dipercaya menjadi Ketua Panitia perayaan 1st Anniversary AVOCE (Alphard Vellfire Owners Celebes), sebuah agenda yang diperkirakan akan menyedot perhatian komunitas otomotif dan masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi.
Aan bukan orang Bulukumba.
Ia putra Sidrap.
Namun Agustus nanti, sebagian sorotan akan tertuju kepadanya di tanah Bira.
Di kawasan yang selama ini dikenal karena pasir putih, laut biru, dan kapal pinisinya itu, Aan akan memimpin pelaksanaan Jalan Santai AVOCE bersama Harum Lestari yang dipusatkan di Lapangan Hitam Bira pada 8 Agustus 2026.
Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya kegiatan komunitas otomotif.
Tapi jika dicermati lebih jauh, acara ini punya cerita lain.
Bulukumba sedang dipilih.
Bukan Makassar.
Bukan Parepare.
Bukan Sidrap.
Melainkan Bulukumba.
Pilihan itu tentu bukan tanpa alasan.
Bira adalah wajah pariwisata Sulawesi Selatan. Nama yang sudah lebih dulu dikenal wisatawan dibanding banyak daerah lainnya. Ketika ratusan anggota komunitas, tamu, dan peserta datang, yang ikut menikmati dampaknya bukan hanya panitia.
Warung makan bergerak.
Penginapan terisi.
Pedagang kecil ikut kecipratan rezeki.
Bulukumba ikut hidup.
Di tengah agenda besar itulah nama Aan muncul sebagai nahkoda pelaksana.
Putra H. Ilham Junaedy—tokoh politik sekaligus pengusaha asal Sidrap—itu kini berada di garis depan memastikan acara berjalan sesuai harapan.
“Bagi kami, ini bukan hanya perayaan ulang tahun komunitas. Ini juga momentum kebersamaan dengan masyarakat,” kata Aan.
Karena itu, panitia memutuskan satu hal yang cukup menarik.
Gratis.
Tidak ada biaya pendaftaran.
Tidak ada tiket masuk.
Masyarakat bisa datang dan ikut meramaikan kegiatan tanpa dipungut biaya.
Keputusan itu membuat acara ini terasa lebih membumi.
Sebab AVOCE memang identik dengan Alphard dan Vellfire—kendaraan yang sering diasosiasikan dengan kalangan mapan. Namun di Bira nanti, jarak itu ingin dipangkas.
Siapa saja boleh hadir.
Siapa saja boleh bergabung.
Siapa saja boleh menikmati hiburannya.
Panitia bahkan menyiapkan sederet penampil seperti DJ Grande, Faris Adam, Ratna Wulan Sari hingga Joo Wang untuk menghibur peserta.
Aan mengaku keberhasilan acara nanti bukanlah hasil kerja satu orang.
Ia menyebut dukungan penuh pengurus AVOCE dan seluruh anggota menjadi kekuatan utama dalam persiapan kegiatan.
Namun publik tahu, ketika sebuah acara sukses, nama ketua panitia akan ikut dikenang.
Dan ketika acara menemui masalah, nama pertama yang dicari juga ketua panitia.
Risiko itu sudah dipahami Aan.
Karena itulah ia memilih fokus bekerja dibanding banyak bicara.
Agustus masih beberapa pekan lagi.
Panggung belum berdiri.
Peserta belum berdatangan.
Musik belum dimainkan.
Namun satu hal sudah pasti.
Tahun ini, Bulukumba menjadi tuan rumah.
Dan Aan sedang memastikan tamu-tamunya pulang dengan cerita yang baik. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
