Makassar, Katasulsel.com — Domino tidak lagi sekadar permainan meja. Ia naik kelas, masuk gelanggang nasional, dan menjadi bagian dari peta olahraga menuju Pekan Olahraga Nasional.

Di Mega Mendung, Kejuaraan Nasional ORADO 2026 digelar pada 25 April. Ajang ini menjadi pintu seleksi penting menuju PON—tempat di mana hanya yang terbaik yang bertahan.

Sulawesi Selatan datang bukan sebagai pelengkap. Empat tim dikirim, membawa beban sekaligus harapan.

Tiga tim senior berasal dari Bone, Barru, dan Sidenreng Rappang. Sementara sektor junior dipercayakan kepada Bulukumba.

Komposisi ini bukan kebetulan. Daerah-daerah tersebut dikenal memiliki kultur domino yang kuat—hidup di warung kopi, turnamen lokal, hingga komunitas-komunitas pemain yang terbentuk secara organik.

Kini, kultur itu diuji di panggung nasional.

Kejurnas ORADO bukan sekadar kompetisi. Ini adalah ruang seleksi, tempat setiap langkah dihitung, setiap kartu dibaca, dan setiap keputusan bisa menentukan hasil akhir.

Persaingan dipastikan ketat. Semua daerah datang dengan ambisi yang sama: lolos dan mencatatkan prestasi.

Bagi Sulsel, targetnya jelas. Tidak hanya hadir, tapi memberi dampak. Minimal, membuktikan bahwa domino layak diperhitungkan sebagai cabang olahraga kompetitif.

Di meja pertandingan, tidak ada ruang untuk santai. Strategi, konsentrasi, dan pengalaman akan diuji dalam tekanan.

Karena pada akhirnya, setiap kartu yang dibuka bukan sekadar permainan.

Ia membawa nama daerah. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita