Depok, Katasulsel.com β Penguatan kurikulum menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di tengah tantangan pembelajaran yang terus berkembang. Berangkat dari semangat tersebut, SDIT Cipta Insani, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, menggelar Workshop Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7), sebagai langkah menyelaraskan pembelajaran dengan pengembangan karakter, kompetensi, dan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 11.30 WIB itu diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan, serta pengurus Komite Sekolah. Hadir sebagai narasumber, Dr. Sukamto, M.Pd., Pengawas SD Kota Depok, yang memberikan penguatan mengenai penyusunan dan implementasi kurikulum yang adaptif, berkualitas, serta berorientasi pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Dalam pemaparannya, Dr. Sukamto menegaskan bahwa kurikulum tidak boleh dipandang semata sebagai dokumen administratif. Lebih dari itu, kurikulum merupakan arah sekaligus pijakan utama dalam menghadirkan proses pembelajaran yang mampu membentuk peserta didik secara utuh, baik dari sisi kompetensi akademik, karakter, kreativitas, maupun kemampuan berpikir kritis.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan tidak lahir secara instan, melainkan berawal dari pembenahan hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, kualitas pendidikan dibangun melalui budaya belajar yang terus bertumbuh, kolaborasi yang kuat, serta komitmen bersama untuk terus melakukan perbaikan.
Selain membahas penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan, workshop turut mengulas filosofi pendidikan, strategi memahami karakter setiap peserta didik, hingga pentingnya tata kelola sekolah yang efektif sebagai fondasi penyelenggaraan pendidikan yang berkelanjutan.
Sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), kegiatan ditutup dengan praktik membuat kendaraan ramah lingkungan menggunakan bahan-bahan daur ulang, seperti botol plastik bekas, botol Yakult, sedotan, balon, kertas origami, dan berbagai material sederhana lainnya. Aktivitas tersebut menjadi contoh penerapan pembelajaran yang mengintegrasikan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, kerja sama, serta kemampuan memecahkan masalah dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Kepala SDIT Cipta Insani, Kiki Rizki, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Ia berharap seluruh materi yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
βSemoga kegiatan Workshop KSP ini memberikan manfaat yang besar bagi sekolah, menjadi bekal bagi seluruh pendidik dalam menyusun pembelajaran yang semakin berkualitas, serta memperkuat sinergi antara sekolah, guru, komite, dan seluruh pihak demi memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,β ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Komite SDIT Cipta Insani, Sutanti Idris, S.E., CMC. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya memperkaya pemahaman mengenai kurikulum, tetapi juga menghadirkan cara pandang baru tentang bagaimana perubahan besar dibangun melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
βTerima kasih kepada Bapak Dr. Sukamto atas materi yang sangat mencerahkan. Saya sangat mengapresiasi cara Bapak menyampaikan materi secara runtut, mulai dari hal-hal yang bersifat strategis hingga hal-hal kecil yang ternyata menjadi fondasi sebuah perubahan besar. Hari ini saya belajar bahwa sering kali kita ingin mencapai hasil yang besar, tetapi justru melupakan proses-proses kecil yang menjadi penentu keberhasilannya.β
Sutanti menambahkan bahwa pembahasan mengenai penyusunan kurikulum, pemahaman karakter peserta didik, hingga pentingnya tata kelola sekolah memberikan perspektif baru bagi Komite Sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai mitra strategis sekolah.
βBagi kami di Komite Sekolah, kegiatan seperti ini sangat berharga karena semakin membuka wawasan bahwa membangun pendidikan yang berkualitas tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan antara sekolah, komite, serta orang tua. Ketika seluruh unsur bergerak bersama dengan visi yang sama, maka mutu pendidikan akan tumbuh secara berkelanjutan,β ungkapnya.
Workshop Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi bagian dari komitmen SDIT Cipta Insani untuk terus memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui kurikulum yang adaptif, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta kolaborasi yang erat antara sekolah, guru, komite, dan orang tua. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan ekosistem belajar yang tidak hanya unggul dalam capaian akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, peduli terhadap lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
