Bulukumba, katasulsel.com — Bulukumba dikenal sebagai daerah pelaut.

Orang mengenalnya karena perahu pinisi. Karena nelayannya. Karena laut yang menjadi sumber kehidupan ribuan keluarga.

Namun ada satu hal yang sering luput dari perhatian.

Data.

Padahal, di balik setiap ikan yang ditangkap, setiap kapal yang berlayar, dan setiap hasil laut yang dijual, ada data yang bisa bercerita banyak hal.

Berapa hasil tangkapan nelayan?

Spesies apa yang paling banyak ditemukan?

Kapan musim tangkap terbaik?

Dan bagaimana kondisi sumber daya perikanan di masa depan?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang coba dijawab melalui langkah kolaboratif antara Universitas Hasanuddin dan SMKN 3 Bulukumba.

Selasa (14/7/2026), Thematic Research Group Aquatic Macrofaunal Biodiversity and Conservation (TRG AMBioC) Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Unhas (PPMU) skema Program Kemitraan Masyarakat (PK-M) menggelar sosialisasi dan koordinasi teknis di SMKN 3 Bulukumba.

Kegiatan tersebut diterima langsung Kepala SMKN 3 Bulukumba, Muhammad Asrul, S.Pd., M.Pd., bersama Ketua Jurusan Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut (APAPL) Mulyadi, S.Pi., Ketua Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) Ahmad Sukardi, S.Pi., serta sejumlah guru.

Bagi sebagian siswa SMK, perikanan selama ini lebih banyak dipahami sebagai aktivitas di lapangan.

Menangkap ikan.

Membudidayakan.

Mengelola hasil tangkapan.

Namun dunia perikanan modern ternyata membutuhkan lebih dari itu.

Ia membutuhkan kemampuan membaca dan mengolah data.

Karena itulah program ini hadir.

TRG AMBioC Unhas ingin memperkuat pembelajaran berbasis potensi lokal dengan membekali siswa keterampilan analisis data perikanan secara sederhana namun aplikatif.

Mulai dari teknik mengumpulkan data, mencatat hasil pengamatan, mengolah informasi, menganalisis temuan, hingga menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami.

Kemampuan yang selama ini identik dengan peneliti dan akademisi itu kini mulai diperkenalkan kepada siswa sekolah vokasi.

Ketua Tim Pelaksana, Prof. Nadiarti Nurdin Kadir, menegaskan bahwa penguasaan data merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda perikanan.

Terutama di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pengelolaan sumber daya laut yang semakin berbasis informasi.

Menurutnya, sektor perikanan tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman lapangan.

Data yang akurat menjadi fondasi penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berkelanjutan.

Karena itu, siswa SMK perlu dikenalkan sejak dini pada kemampuan dasar analisis data yang relevan dengan dunia kerja dan kebutuhan daerahnya.

Tak hanya melakukan sosialisasi, tim Unhas bersama pihak sekolah juga membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan program.

Mulai dari penentuan peserta pelatihan, penyusunan jadwal kegiatan, lokasi praktik lapangan, hingga pola pendampingan yang akan diterapkan.

Hasil koordinasi tersebut akan menjadi pijakan awal sebelum memasuki tahap pelatihan bagi siswa SMKN 3 Bulukumba.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak selalu hadir dalam bentuk penelitian laboratorium atau seminar akademik.

Kadang ia hadir dalam bentuk yang lebih sederhana.

Mengajarkan siswa membaca angka.

Mengolah data.

Lalu memahami cerita yang tersembunyi di balik angka-angka tersebut.

Sebab di era perikanan modern, laut tidak hanya perlu dijaga.

Ia juga perlu dipahami.

Dan pemahaman itu dimulai dari data.

Bulukumba memiliki laut yang luas.

Kini, generasi mudanya mulai diajari cara membaca masa depan yang tersimpan di dalamnya. (*)