Makassar, Katasulsel.com ā Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan gizi, tetapi juga penguatan peran kader kesehatan di tengah masyarakat. Hal inilah yang menjadi fokus kegiatan yang digelar Puskesmas Kassi-Kassi melalui evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal yang dirangkaikan dengan penyuluhan stunting bagi para kader.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 1ā2 Oktober 2026, di Aula Puskesmas Kassi-Kassi, Kota Makassar, dan diikuti oleh ibu kader dari berbagai wilayah kerja puskesmas tersebut.
Pada tahap awal, petugas Puskesmas Kassi-Kassi melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program PMT berbahan pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau sejauh mana program berjalan serta memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal dalam mendukung kebutuhan gizi masyarakat sasaran.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memastikan program PMT dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kelompok yang membutuhkan, terutama dalam mendukung perbaikan status gizi masyarakat.
Setelah sesi evaluasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai stunting yang dibawakan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas). Materi yang disampaikan mencakup pengenalan stunting, faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya stunting, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Penyuluhan ini diberikan sebagai bentuk penguatan kapasitas kader kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak penyampaian informasi kesehatan di lingkungan masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, para kader diharapkan mampu mengedukasi warga mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta langkah pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga usia anak.
Puskesmas Kassi-Kassi menilai kolaborasi antara tenaga kesehatan dan institusi pendidikan menjadi langkah positif dalam memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa FKM Unhas turut memberikan kontribusi dalam menyebarluaskan informasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan kepada para kader.
Melalui kegiatan ini, pemantauan program PMT berbahan pangan lokal dapat terus diperkuat, sementara pengetahuan kader mengenai stunting semakin meningkat. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif melalui edukasi yang berkesinambungan dan berbasis kebutuhan warga. (*)
