Dalam istilah politik modern, hal itu dikenal sebagai collective political strength, yaitu kekuatan yang lahir dari soliditas organisasi, bukan dominasi individu.
“Perjuangan partai tidak bisa diurus satu orang. Harus bersama-sama,” ujarnya.
Menariknya lagi, Supriansa mengaku tetap menikmati kehidupan politik meski kini tidak lagi duduk di parlemen.
Menurutnya, hubungan baik dengan masyarakat, media, LSM, aparat kepolisian, hingga kader lintas partai justru menjadi hal paling berharga.
“Hubungan baik itu tidak bisa dinilai dengan materi,” katanya.
Di balik megahnya konsolidasi Golkar di Soppeng hari itu, banyak kader memang datang membawa agenda dan kepentingan politik masing-masing.
Namun Supriansa memilih membawa pesan yang lebih sederhana.
Bahwa dalam politik, orang bisa saja kehilangan jabatan.
Tapi jangan sampai kehilangan loyalitas dan persahabatan. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
