Bukan di pelabuhan.
Bukan di markas polisi.
Bukan pula di kapal.
Melainkan di sebuah rumah biliar di kawasan Klandasan Ilir, Balikpapan.
Di lokasi itulah polisi mengamankan pria yang selama ini diduga menggunakan berbagai identitas dan nama di media sosial.
Ia diketahui bernama Abd Rahman alias Reza, warga asal Sidrap yang selama ini menetap di Balikpapan.
Emas Habis, Uang Dipakai Berfoya-foya
Dari hasil pemeriksaan, penyidik menduga uang hasil kejahatan tidak digunakan untuk usaha atau investasi.
Sebaliknya, uang tersebut disebut habis untuk gaya hidup.
Mulai dari tempat hiburan malam di Balikpapan dan Samarinda hingga perjalanan ke Bali.
Sebagian lainnya dikirim kepada keluarganya di kampung halaman.
Polisi juga menyita sejumlah telepon genggam, uang tunai, dokumen transaksi, hingga barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas penipuan tersebut.
Ketika Cinta Menjadi Senjata
Kasus ini memperlihatkan perubahan wajah penipuan digital.
Jika dulu pelaku menjual mimpi investasi, kini yang dijual adalah harapan pernikahan.
Pelaku tidak meminta transfer uang di awal.
Ia lebih dulu membangun kedekatan emosional.
Membuat korban merasa dihargai, dicintai, dan dipilih.
Setelah kepercayaan terbentuk, emas pun berpindah tangan.
Inilah yang dalam dunia kejahatan siber dikenal sebagai love scamming.
Korban tidak ditipu karena serakah.
Mereka ditipu karena percaya.
Dan bagi banyak korban, kehilangan emas mungkin masih bisa dihitung.
Tetapi kehilangan kepercayaan kepada orang lain sering kali jauh lebih mahal.
Saat ini tersangka telah ditahan di Polres Sidrap. Penyidik masih merampungkan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.
Polisi juga membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Sebab dari pengakuan tersangka, jumlah perempuan yang pernah menjadi target diduga lebih banyak daripada yang tercatat dalam berkas perkara.
**Ditulis oleh: Edy Basri **
(Pimpinan Redaksi Katasulsel.com)
