Syaharuddin menyebut keberadaan PLTB menjadi bagian dari kekuatan Sidrap dalam membangun kemandirian energi.
Jadi, kalau ada yang mengira Sidrap hanya tentang sawah, mungkin perlu melihat lebih jauh.
Ada energi angin di sana.
Dan angin itu menghasilkan listrik.
Ekonominya Ikut Berlari
Kemudian soal ekonomi.
Syaharuddin menyebut berdasarkan statistik 2025, pertumbuhan ekonomi Sidrap meningkat dari sekitar 4 persen menjadi 7,7 persen.
Ia menyebut angka itu sebagai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan.
Angka statistik memang tidak bisa dimakan.
Tetapi angka itu bisa menjadi petunjuk apakah mesin ekonomi sebuah daerah sedang bergerak atau sedang mengerem.
Dan menurut paparan Syaharuddin, mesin itu sedang bergerak.
Stunting dan Kemiskinan Juga Bicara
Ada pula indikator yang barangkali tidak terlalu ramai dibicarakan.
Stunting.
Syaharuddin menyebut Sidrap berada pada angka terendah di Sulawesi Selatan.
Kemiskinan ekstrem juga disebut berada di angka 0,94 persen.
Sementara kemiskinan secara umum sekitar 4 persen.
Bagi pemerintah daerah, angka-angka tersebut menjadi bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan.
Sebab pembangunan tidak cukup hanya dengan membangun jalan, jembatan, kantor atau fasilitas umum.
Pembangunan baru terasa ketika kualitas hidup masyarakat ikut naik.
Jembatan Merah Putih Melengkapi Cerita
Syaharuddin juga menyinggung pembangunan infrastruktur, termasuk Jembatan Merah Putih yang menurutnya semakin melengkapi konektivitas Sidrap.
Jembatan bukan hanya beton dan besi.
Di baliknya ada mobilitas orang, barang dan ekonomi.
Petani membutuhkan akses.
Pedagang membutuhkan jalan.
Pelaku usaha membutuhkan konektivitas.
Masyarakat membutuhkan pelayanan yang lebih dekat.
Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari akselerasi yang terus didorong pemerintah daerah.
Jangan Menilai Sidrap dari Satu Berita
Di sinilah persoalannya.
Belakangan, nama Sidrap memang beberapa kali muncul dalam pemberitaan dan percakapan publik dengan berbagai stigma.
Tetapi sebuah kabupaten tidak pernah sesederhana satu berita.
Bersambung….
