Sidrap bukan hanya apa yang viral.
Sidrap juga bukan hanya apa yang membuat orang berkomentar.
Ada petani yang bangun sebelum matahari muncul.
Ada sawah yang terus menghasilkan.
Ada telur yang dikirim keluar daerah.
Ada listrik yang diproduksi dari angin.
Ada anak-anak yang harus dicegah dari stunting.
Ada keluarga yang harus dikeluarkan dari kemiskinan.
Dan ada pemerintah daerah yang masih punya pekerjaan rumah yang tidak sedikit.
Maka, mungkin sudah waktunya melihat Sidrap dari dua sisi.
Kalau ada yang salah, kritik.
Kalau ada yang kurang, perbaiki.
Tetapi kalau ada yang baik, jangan pula pura-pura tidak melihat.
Sebab Sidrap bukan daerah tanpa masalah.
Namun Sidrap juga bukan daerah tanpa prestasi.
Dan dari apa yang dipaparkan Syaharuddin Alrif, satu kesimpulan sederhana bisa ditarik:
Sebenarnya, Sidrap itu keren.
Hanya saja, mungkin selama ini kita terlalu sibuk membicarakan sisi yang buruk sampai lupa melihat sisi lainnya. (*)
