📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

SIDRAP, Katasulsel.com – Siswa-siswi dari SD 13 Batu dan SD 3 Belawae di Desa Lombo akan menampilkan atraksi Tapak Suci Muhammadiyah pada kegiatan Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Kabupaten Sidrap. Puncak Milad dijadwalkan berlangsung Ahad, 8 Februari 2026, di Desa Lombo, Kecamatan Pitu Riase.

Sekretaris Pimpinan Daerah 131 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sidrap, Suadi Zain, S.Pd., M.Pd, menyampaikan rencana atraksi ini kepada panitia Milad pada Kamis (5/2) di lokasi pelaksanaan di Desa Lombo. Ia menegaskan bahwa atraksi ini menjadi sarana pembinaan awal bagi generasi muda dalam memahami nilai-nilai Tapak Suci.

“Melalui atraksi ini, anak-anak diajarkan kedisiplinan, keberanian, dan kerjasama tim. Semoga ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk terus mengembangkan bakat dan karakter positif sesuai ajaran Muhammadiyah,” ujar Suadi Zain.

Ketua Panitia Milad Muhammadiyah Sidrap, Dr. Herman Dema di damping seksi acara Ridwan Paki, S.Pd menambahkan bahwa atraksi Tapak Suci oleh siswa SD menjadi salah satu program unggulan dalam refleksi Milad, sekaligus menanamkan nilai disiplin, keberanian, dan kebersamaan sejak usia dini.

“Anak-anak SD Desa Lombo, khususnya dari SD 13 Batu dan SD 3 Belawae, akan menunjukkan kemampuan luar biasa dalam atraksi Tapak Suci. Kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni bela diri, tapi juga media pendidikan karakter bagi generasi muda Muhammadiyah,” ujar Dr. Herman Dema.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidrap, Dr. H. Syamsu Tang, M.Pd, menekankan bahwa partisipasi generasi muda sangat penting dalam membangun budaya positif dan karakter unggul di masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme siswa-siswi SD Desa Lombo. Semoga atraksi Tapak Suci ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mengembangkan disiplin, akhlak mulia, dan semangat persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Dr. Syamsu Tang.

Atraksi Tapak Suci ini akan menjadi salah satu sajian menarik dalam rangkaian refleksi Milad Muhammadiyah ke-113, yang juga menampilkan kegiatan keagamaan, sosial, dan edukatif di Desa Lombo. (*)