Sidrap, katasulsel.com — Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Perum Bulog Cabang Sidrap mulai memperkuat strategi stabilisasi pangan untuk menjaga harga beras tetap terkendali di pasaran.

Di tengah kebiasaan masyarakat yang sering khawatir harga naik jelang hari besar, Bulog Sidrap memastikan stok beras dalam kondisi aman bahkan cenderung over supply.

Pimpinan Cabang Bulog Sidrap, Ivan Faisal, menyebut, posisi stok operasional beras pertanggal 12 Mei 2026 sebanyak 128.828 ton.

Kondisi tersebut tidak lepas dari posisi Sidrap sebagai salah satu sentra produksi beras terbesar di Sulawesi Selatan.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

“Kalau stok beras sangat cukup untuk kebutuhan masyarakat. Bahkan lebih karena Sidrap ini daerah produksi,” ujar Ivan Faisal saat diwawancarai katasulsel.com, Minggu (17/5/2026).

Menurut Ivan, hingga saat ini harga beras di pasaran masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bulog bersama Satgas Pangan juga rutin melakukan monitoring harga untuk mencegah adanya spekulasi pasar.

Dalam dunia perdagangan pangan, kondisi menjelang hari raya biasanya rawan terjadi panic buying atau pembelian berlebihan akibat kekhawatiran stok menipis.

Fenomena itu sering memicu kenaikan harga meski stok sebenarnya tersedia.

Namun Bulog Sidrap memilih memainkan strategi berbeda: memperbanyak distribusi SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.

“Antisipasi kami sekarang memassifkan penyaluran SPHP supaya harga tetap stabil,” katanya.

SPHP sendiri dikenal sebagai instrumen intervensi pasar pemerintah untuk menjaga supply chain atau rantai distribusi pangan tetap sehat.

Semakin lancar distribusi beras SPHP ke pasar dan outlet, semakin kecil peluang harga bergerak liar.

Ivan menegaskan, bila ditemukan harga penjualan di atas HET, Satgas Pangan akan langsung turun melakukan penindakan.

“Kalau ada yang jual di atas HET tentu akan ditindak Satgas Pangan. Tapi sejauh ini harga masih aman,” jelasnya.

Tak hanya beras, Bulog Sidrap juga menyiapkan minyak goreng dan gula pasir untuk mendukung Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program itu kini hampir setiap hari dilaksanakan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi.

“Untuk GPM hampir tiap hari kita lakukan,” ujar Ivan.

Selanjutnya…….

Gerakan Pangan Murah dianggap menjadi salah satu “katup pengaman” menjaga daya beli masyarakat saat terjadi gejolak harga kebutuhan pokok.

Ivan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu kelangkaan pangan yang sering muncul menjelang hari raya.

“Masyarakat jangan khawatir. Kalau mau beras medium sesuai HET Rp12.500 bisa langsung ke Bulog atau outlet kami,” tegasnya.

Di tengah ancaman inflasi pangan yang kerap menghantui jelang hari besar, Sidrap saat ini justru berada dalam posisi relatif aman.

Stok tersedia, distribusi dijaga, dan intervensi pasar mulai digencarkan lebih awal. (edybasri)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 17 Mei 2026 19:05 WIB