Catalunya — Suasana paddock MotoGP Catalunya 2026 berubah tegang hanya dalam hitungan detik. Balapan yang awalnya berjalan cepat dan penuh duel, mendadak pecah menjadi rangkaian insiden beruntun yang membuat beberapa pembalap harus dievakuasi medis, termasuk Alex Marquez dari Gresini Racing.
Insiden paling mengerikan terjadi di lap ke-12 ketika Pedro Acosta yang saat itu berada di depan terlihat melambat setelah melewati Tikungan 10.
Dari pantauan di lintasan, motornya diduga mengalami masalah teknis dan Acosta sempat mengangkat tangan sebagai tanda peringatan ke belakang.
Di belakangnya, Alex Marquez yang datang dengan kecepatan tinggi tidak sempat menghindar. Benturan keras tak terelakkan.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Motor Marquez menghantam bagian belakang KTM milik Acosta, memicu efek berantai yang langsung membuat situasi berubah kacau.
Dalam hitungan detik, Marquez mengalami highside keras. Motor terpental, tubuhnya terlempar, dan kondisi trek langsung dipenuhi serpihan.
Situasi makin parah ketika salah satu bagian motor ikut melayang dan mengenai pembalap lain di belakangnya, membuat beberapa rider ikut terjatuh.
Tim medis segera masuk ke lintasan. Alex Marquez terlihat sadar saat mendapat pertolongan awal di pinggir trek, namun kondisinya jelas tidak memungkinkan untuk melanjutkan balapan. Ia kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju pusat medis sirkuit sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit General de Catalunya.
Race Direction kemudian memastikan pembalap bernomor 73 itu tidak bisa ikut restart balapan setelah red flag dikibarkan. Aturan batas waktu masuk pit juga membuatnya otomatis dinyatakan out dari sisa lomba.
Lanjut….
Dari informasi resmi tim Gresini Racing, hasil pemeriksaan awal menunjukkan Alex Marquez mengalami retak pada ruas tulang leher C7 serta patah tulang selangka kanan. Cedera tersebut membuat tim medis memutuskan tindakan operasi untuk stabilisasi tulang menggunakan pelat logam medis.
Meski dalam kondisi cedera serius, suasana berbeda terlihat dari unggahan media sosial sang pembalap. Dalam foto yang ia bagikan dari ranjang rumah sakit, Alex tampak masih bisa tersenyum meski lehernya dipasang penyangga dan tangannya menunjukkan memar kemerahan.
Ia juga sempat mengangkat tangan seolah memberi sinyal bahwa kondisinya terkendali.
“Semua terkendali. Malam ini harus operasi, semoga berjalan lancar. Terima kasih untuk semua pesan dan perhatian,” tulisnya singkat di akun X miliknya.
Di balik insiden besar ini, jalannya balapan memang sejak awal sudah terlihat panas. Pedro Acosta sempat memimpin sejak start, diikuti persaingan ketat Raul Fernandez, Alex Marquez, hingga Fabio Di Giannantonio. Beberapa duel sengit di tikungan awal bahkan membuat posisi terus berubah.
Namun tensi balapan benar-benar pecah setelah insiden Tikungan 10. Setelah kecelakaan Marquez, race dihentikan sementara, lalu dilanjutkan kembali, sebelum akhirnya kembali diwarnai red flag lain akibat tabrakan lanjutan yang melibatkan beberapa pembalap termasuk Johann Zarco dan Francesco Bagnaia.
Balapan yang sempat seperti “tidak terkendali” itu akhirnya dimenangkan Fabio Di Giannantonio, disusul Joan Mir dan Fermin Aldeguer. Hasil ini sekaligus mengubah peta klasemen sementara, di mana persaingan tiga besar semakin rapat.
Lanjut….
Di paddock, fokus utama tetap tertuju pada kondisi Alex Marquez. Beberapa kru menyebut ia masih bisa merespons saat dibawa keluar lintasan, meski jelas mengalami nyeri pada bagian leher dan bahu.
Insiden ini kembali membuka diskusi lama di dunia MotoGP: betapa tipisnya batas antara duel cepat dan kecelakaan besar di kecepatan lebih dari 300 km/jam. Di Catalunya kali ini, batas itu terasa benar-benar hilang dalam satu tikungan.(*)
Update terbaru: 18 Mei 2026 13:23 WIB
