“Tujuannya menjadikan Toraja Utara sebagai pusat seni tari yang inklusif dan kreatif sekaligus memperluas jaringan komunitas seni,” jelasnya.

UMKM Masuk Frame: Ekonomi Kreatif Jadi Side Story Utama

Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Karniati Lebonna, menegaskan bahwa event ini juga menjadi ruang integrated content marketing bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.

Pameran UMKM, promosi digital, hingga kolaborasi komunitas kreatif akan menjadi bagian dari ekosistem acara.

Dalam istilah ekonomi kreatif, ini dikenal sebagai event-driven local economy, di mana satu kegiatan budaya mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor perdagangan, pariwisata, dan jasa lokal.

“Harapan kami Toraja Magellu bisa menjadi event budaya unggulan berskala nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Generasi Muda Jadi “Content Creator Budaya”

Menariknya, event ini juga menempatkan generasi muda sebagai aktor utama dalam pelestarian budaya. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga content creator budaya yang ikut membentuk narasi Toraja di ruang digital.

Melalui pendekatan ini, Toraja Magellu tidak hanya hidup di panggung, tetapi juga di feeds media sosial, short video platform, hingga digital storytelling space.

Dari Rantepao ke Panggung Global

Dengan konsistensi penyelenggaraan setiap tahun, Toraja Magellu kini bergerak dari sekadar event daerah menuju global cultural identity showcase.

……………