Le Mans — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatat hasil impresif dengan finis di posisi keempat pada Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu (10/5/2026). Hasil ini menegaskan status Veda sebagai salah satu rising talent paling konsisten di kelas Moto3 musim ini, setelah kembali mampu bersaing dalam grup terdepan hingga lap terakhir.
Balapan berlangsung dalam karakter khas Moto3: rapat, agresif, dan penuh pertarungan slipstream di setiap straight. Sejak start dari posisi keenam, Veda langsung masuk ke dalam “lead group” tanpa harus terjebak di rombongan tengah, sebuah keuntungan strategis yang sangat menentukan di sirkuit seperti Le Mans yang dikenal sulit untuk melakukan recovery pace jika tertahan.
Sepanjang 20 lap, Veda menunjukkan race craft yang matang. Ia beberapa kali terlibat duel late braking di sektor chicane dan mampu menjaga konsistensi lap time saat ban mulai mengalami degradasi. Dalam beberapa fase balapan, Veda bahkan sempat berada dalam posisi realistis untuk podium, sebelum akhirnya terjadi pertarungan ketat di lap-lap akhir yang melibatkan kelompok lima besar.
Namun pada fase “final lap battle”, Veda sedikit kehilangan momentum saat exit tikungan terakhir yang krusial untuk akselerasi menuju garis lurus utama. Margin tipis dalam slipstream membuatnya harus puas finis di posisi keempat—hanya selangkah dari podium.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Di depan, pertarungan podium ditentukan oleh detail kecil seperti exit speed dan pemilihan racing line di sektor terakhir. Hal inilah yang menjadi pembeda antara podium dan posisi empat dalam balapan Moto3 yang sangat ketat secara teknis.
Di sisi lain, pembalap Malaysia Hakim Danish menutup balapan di posisi ke-10. Ia tampil stabil di rombongan kedua, namun tidak mampu menembus kembali ke grup depan setelah fase pertengahan lomba yang mulai terpecah akibat intensitas duel di depan.
Hasil ini memperlihatkan kontras performa dua rider Asia Tenggara: Veda Ega Pratama mampu menempel elite group hingga akhir dan nyaris podium, sementara Hakim Danish masih harus berjuang di zona poin tanpa akses langsung ke pertarungan podium.
Secara keseluruhan, hasil P4 di Le Mans menjadi sinyal kuat bahwa Veda Ega Pratama bukan lagi sekadar pengisi grid, melainkan sudah masuk dalam radar kompetisi podium reguler. Dengan konsistensi race pace dan kemampuan duel wheel-to-wheel yang terus berkembang, peluang podium penuh di seri berikutnya semakin terbuka lebar. (*)
