Example 650x100

Makassar, katasulsel.com — Perusahaan Daerah (Perusda) di Makassar lagi-lagi jadi sorotan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tak mau main-main soal kinerja mereka.

Ia berencana membentuk tim khusus buat mengaudit, membedah, dan—kalau perlu—merombak struktur yang ada.

Example 970x970

Munafri bukan sekadar lempar wacana. Dia sudah siapkan strategi matang. Tim evaluasi ini bakal diisi oleh kombinasi internal dan eksternal.

Artinya? Akan ada mata yang lebih tajam dan netral dalam menilai performa Perusda.

“Tim ada dari eksternal, ada juga dari internal,” tegasnya, belum lama ini.

Tujuan utamanya jelas: memastikan Perusda enggak cuma jadi beban APBD, tapi benar-benar berkontribusi maksimal buat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam waktu dekat, Munafri bakal memanggil semua direksi Perusda.

Bukan sekadar rapat biasa, tapi sesi “head to head” alias tatap muka langsung untuk mengupas habis laporan kinerja mereka.

“Saya akan panggil Perusda ini. Kita akan lihat progresnya seperti apa. Harapannya, mereka bisa memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD,” ujarnya.

Munafri tak ragu buat menempuh langkah ekstrem. Kalau ada yang dinilai kurang pas di posisi mereka, siap-siap saja buat assessment atau jobfit ulang.

Bersambung…

Bagi Munafri, Perusda enggak bisa santai seperti OPD yang terikat aturan nasional.

Perusahaan daerah seharusnya bisa lebih fleksibel dan bergerak cepat.

“Kalau OPD itu banyak aturan nasional. Tapi kalau Perusda, kita bisa lebih leluasa. Jadi ini harus lari cepat,” tandasnya.

Langkah ini bukan sekadar evaluasi biasa, tapi sebuah sinyal bahwa Pemkot Makassar serius dalam membenahi tata kelola Perusda.

Transparansi dan efisiensi adalah kunci.

Akankah ada perombakan besar-besaran? Atau justru ini jadi momen kebangkitan Perusda Makassar? Kita tunggu gebrakan selanjutnya. (*)