Sidrap, katasulsel.com — Sebuah kolaborasi skala besar tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang) bersama Universitas Hasanuddin (Universitas Hasanuddin). Bukan sekadar agenda rutin kampus, program ini disebut sebagai salah satu intervensi kesehatan berbasis masyarakat terbesar di tahun 2026.
Sebanyak 848 mahasiswa rumpun kesehatan akan diterjunkan ke 106 desa/kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan di Sidrap dalam program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Tematik Kesehatan 2026.
Kesepakatan teknis pelaksanaan itu dibahas dalam pertemuan penyamaan persepsi yang dipimpin Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rahmat Saleh, bersama tim KKN Unhas yang dipimpin Prof. dr. Firdaus Hamid, Jumat (19/6/2026).
Di balik angka besar tersebut, tersimpan skema kerja yang cukup kompleks. Para mahasiswa berasal dari sembilan program studi kesehatan—mulai dari Kedokteran, Keperawatan, Gizi, Farmasi, hingga Psikologi—yang akan tersebar di seluruh wilayah kecamatan, masing-masing posko berisi 7–8 mahasiswa.
Wilayah pengabdian mencakup kecamatan strategis seperti Watang Pulu, Maritengngae, Panca Rijang, hingga Pitu Riase dan Pitu Riawa, menjadikan program ini hampir menyentuh seluruh peta layanan kesehatan dasar di Sidrap.
Menariknya, pola pendampingan juga dibuat berlapis. Sebanyak 35 supervisor akan turun langsung melakukan monitoring, termasuk kunjungan saat pengantaran, seminar program kerja, hingga evaluasi akhir di lapangan. Artinya, KKN ini bukan sekadar penempatan mahasiswa, tetapi sistem pengabdian yang dikawal ketat dan terstruktur.
Sekda Sidrap, Andi Rahmat Saleh, menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal kehadiran mahasiswa di desa, tetapi bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak Dinas Kesehatan Sidrap berharap kehadiran mahasiswa mampu menyentuh isu-isu krusial seperti stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi kesehatan di tingkat keluarga.
“Program kerja mahasiswa agar menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama lansia dan ibu hamil,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Sidrap, Syahrul Mubarak.
Sementara itu, pihak puskesmas menyambut program ini sebagai peluang penguatan layanan lapangan, termasuk pemanfaatan pustu sebagai pusat aktivitas mahasiswa selama KKN berlangsung.
Pola koordinasi juga diperkuat dengan pembentukan grup komunikasi lintas kecamatan serta penempatan koordinator mahasiswa di tingkat kabupaten dan kecamatan, agar seluruh kegiatan berjalan lebih terkontrol.
Menjelang pelaksanaan pada 7 Juli hingga 15 Agustus 2026, pembekalan mahasiswa akan digelar di Baruga A.P. Pettarani Unhas, di mana Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, dijadwalkan turut memberikan materi tentang kondisi daerah dan isu kesehatan lokal.
Dengan skala besar dan pola kerja terstruktur ini, KKN Profesi Kesehatan Unhas di Sidrap bukan sekadar pengabdian kampus, tetapi mulai diposisikan sebagai “laboratorium lapangan” untuk intervensi kesehatan masyarakat secara langsung di tingkat desa. (*)
