Penulis:
Andi Ghaniyatera

Bantaeng — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata sukses menyelenggarakan sosialisasi “5 Kunci Keamanan Pangan” bagi calon kader sekolah di Desa Bonto Rannu, Kamis (23/7/2026). Kegiatan pengabdian individu ini menggandeng para guru sebagai sasaran utama untuk mencetak kader penggerak yang kompeten dalam mengawasi dan menjamin standar higienitas jajanan di lingkungan pendidikan.

Program ini memberdayakan komunitas sekolah sebagai stakeholder penting dalam menjaga kesehatan konsumsi siswa. Rangkaian pelatihan memadukan evaluasi pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman peserta. Selain materi dasar, para guru juga dibekali praktik micro teaching, yakni metode simulasi mengajar untuk melatih keterampilan berbicara agar mereka kelak mampu menyampaikan informasi keamanan pangan kepada siswa secara luwes, akurat, dan mudah dipahami.

Direktur BPOM, Anisyah S.Si., Apt., MP., yang membuka acara secara daring menyatakan harapannya agar kolaborasi ini mendukung masyarakat sehat menuju Indonesia Emas 2045. Senada dengan itu, Penanggung Jawab Program, Ghaniya, menegaskan urgensi pembekalan ini.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan informasi dan edukasi penting mengenai cara mengenali makanan yang aman dan sehat di sekolah,” ujar Ghaniya.

Sinergi lintas sektor ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), tidak hanya pada Tujuan 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), tetapi juga Tujuan 4 (Pendidikan Bermutu) melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman.

Sebagai tindak lanjut, sosialisasi ini rencananya akan diteruskan dengan kegiatan Bimbingan Teknis yang akan dilaksanakan langsung di sekolah beberapa hari setelahnya. Kehadiran langsung para kader di lapangan nanti diharapkan mampu membentuk ekosistem sekolah yang benar-benar mandiri dan terlindungi dari risiko cemaran pangan berbahaya.(*)