Padang, Katasulsel.com β€” Di balik tembok tinggi Lapas Kelas IIA Padang, geliat produktivitas justru terus tumbuh. Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas Ronaldo Devinci Talesa, lembaga pemasyarakatan ini tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang lahirnya karya bernilai ekonomi dari tangan warga binaan.

Salah satu yang kini mencuri perhatian adalah produksi sandal hotel hasil karya warga binaan yang berhasil menembus pasar komersial dan dipercaya berbagai hotel hingga rumah sakit di Sumatera Barat.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Padang dalam mendukung akselerasi pembinaan kemandirian yang ditekankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan fokus membentuk warga binaan yang produktif, terampil, dan siap kembali ke masyarakat.

Di bawah arahan Ronaldo Devinci Talesa, pembinaan kerja tidak sekadar rutinitas, tetapi diarahkan menjadi program nyata yang memberi dampak ekonomi dan perubahan mental bagi warga binaan.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Menariknya, hingga 19 Mei 2026, Lapas Padang tercatat masih menjadi salah satu produsen sandal hotel terpercaya di Sumatera Barat dengan rata-rata produksi mencapai sekitar 7.000 pasang setiap bulan.

Produk tersebut telah dipasarkan ke sejumlah hotel ternama serta fasilitas layanan kesehatan di Kota Padang dan Bukittinggi.

Seluruh proses produksi dikerjakan langsung di dalam kegiatan kerja Lapas, mulai dari pemilihan bahan baku, pemotongan, perakitan, hingga tahap akhir finishing.

Setiap tahapan dilakukan oleh warga binaan yang sebelumnya telah mendapat pelatihan keterampilan secara terstruktur dan diawasi langsung petugas lapas.

Tak hanya fokus pada kuantitas, kualitas produk juga menjadi perhatian utama. Petugas rutin melakukan pengawasan dan quality control agar sandal yang dihasilkan tetap nyaman, rapi, dan memenuhi standar pelanggan.

Program ini memberi nilai lebih karena bukan hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja kepada warga binaan.

Selain itu, kegiatan tersebut membuka peluang penghasilan tambahan selama menjalani masa pidana, sekaligus menjadi bekal penting saat mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Ronaldo Devinci Talesa, keberhasilan produksi sandal hotel ini menjadi gambaran bahwa pembinaan di lapas bisa berjalan lebih kreatif, produktif, dan berdampak nyata.

Dari balik jeruji, karya itu lahir. Dari tangan warga binaan, produk lokal Sumatera Barat kini mampu menembus ribuan pasang setiap bulan. Sebuah bukti bahwa pembinaan bukan sekadar hukuman, tetapi juga jalan menuju perubahan. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita