Jakarta, Katasulsel.com — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan kerja. Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 resmi dibuka dengan kuota 30.000 peserta, dan seluruh proses pendaftaran dilakukan secara digital melalui dua platform utama: SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker.
Skema baru ini tidak lagi mengandalkan proses manual, melainkan dirancang serba mandiri, terintegrasi, dan transparan agar bisa diakses siapa saja dari berbagai daerah, tanpa batasan jarak dan birokrasi yang rumit.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan bahwa sistem ini dibuat untuk memudahkan sekaligus memastikan proses seleksi berlangsung objektif.
“Seluruh proses pendaftaran kami desain agar mudah diakses dan transparan. Peserta cukup mengikuti alur melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker mulai dari pembuatan akun hingga asesmen kesiapan,” ujarnya.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Pendaftaran dibuka melalui portal SIAPkerja yang terhubung langsung dengan Skillhub Kemnaker. Calon peserta cukup mengakses laman Skillhub, kemudian masuk atau membuat akun SIAPkerja menggunakan data diri seperti email dan nomor ponsel aktif.
Setelah akun aktif, peserta diwajibkan melengkapi profil sebagai syarat utama sebelum masuk ke tahap pelatihan. Sistem ini menjadi gerbang awal yang menentukan kelayakan peserta dalam mengikuti program vokasi nasional.
Tahap berikutnya adalah asesmen mandiri yang menjadi ciri khas seleksi digital tahun ini. Peserta diminta mengisi penilaian diri untuk memetakan minat kerja, apakah di dalam negeri, luar negeri, atau jalur wirausaha. Selain itu, terdapat pula asesmen potensi diri untuk mengukur kecocokan peserta dengan bidang pelatihan yang dipilih.
Tidak berhenti di situ, peserta juga mengikuti Asesmen Siap Latih yang menguji kemampuan dasar seperti logika numerik, verbal, hingga penalaran figural. Tes ini menjadi indikator kesiapan mental dan kognitif sebelum masuk ke ruang pelatihan.
Setelah proses pendaftaran ditutup pada 9 Juni 2026, seleksi akan dilakukan pada 10–17 Juni 2026, dan hasilnya diumumkan sehari setelahnya, 18 Juni 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti kick off dan orientasi pada 22 Juni 2026 sebagai tanda dimulainya pelatihan resmi.
Di balik proses seleksi yang semakin digital, program ini menawarkan paket manfaat yang cukup lengkap bagi peserta terpilih. Mulai dari pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan (JKK dan JKM), hingga sertifikat kompetensi dari BNSP. Bahkan, bagi peserta tertentu, fasilitas asrama juga disediakan untuk menunjang proses pembelajaran.
Dengan sistem yang makin terstruktur dan berbasis digital ini, Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 bukan sekadar program pelatihan, melainkan pintu masuk baru menuju kompetensi kerja yang lebih siap dan terukur di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. (*)
