Toraja Utara, Katasulsel.com – Akses penghubung antardusun di Kecamatan Dende’ Piongan Napo dan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, berubah menjadi “jalan buntu” setelah tebing setinggi sekitar 400 meter longsor dan menutup total badan jalan.

Peristiwa ini terjadi tanpa korban jiwa, namun dampaknya langsung terasa seperti efek domino: mobilitas warga terhenti, distribusi hasil kebun terganggu, dan jalur ekonomi desa praktis lumpuh.

Jalur “Single Access Road” Tertimbun Total

Material longsor berupa tanah, batu, dan batang pohon besar menutup seluruh badan jalan yang selama ini menjadi single access road (akses tunggal) bagi warga antar dusun.

Dalam hitungan jam, jalur yang biasa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat itu berubah menjadi timbunan material setinggi beberapa titik, membuat akses benar-benar tidak bisa dilewati.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Selain menutup jalan, longsor juga menghantam lahan perkebunan warga yang berada di bawah lereng. Puluhan hektare tanaman dilaporkan rusak dan tertimbun material longsoran.

Warga “Main Excavator Manual”, Gotong Royong Buka Jalur

Karena belum adanya alat berat di lokasi, warga memilih bergerak cepat dengan kemampuan seadanya. Mereka menggunakan cangkul, parang, hingga chainsaw untuk memotong batang pohon yang menyumbat badan jalan.

Dalam istilah kebencanaan, aksi ini masuk kategori self recovery emergency response, yaitu fase penanganan awal berbasis komunitas sebelum bantuan teknis datang dari pemerintah.

Suasana di lokasi tampak seperti “worksite darurat”, di mana warga bergantian membuka jalur agar minimal bisa dilalui sepeda motor.

…………

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.