Enrekang , Katasulsel.com — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Enrekang tercatat berada pada angka 75,83 pada tahun 2024, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 75,11. Capaian tersebut menempatkan Enrekang dalam kategori tinggi berdasarkan klasifikasi Badan Pusat Statistik (BPS).

Memasuki tahun 2025, angka IPM Enrekang masih belum mengalami perubahan karena data resmi terbaru belum dirilis secara terpisah oleh BPS, sehingga capaian yang digunakan masih mengacu pada data tahun 2024.

Kabupaten Enrekang tetap menunjukkan posisi yang cukup kompetitif dalam peta pembangunan manusia di tingkat regional maupun nasional.

Sulsel dan Nasional Terus Menguat

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Sebagai pembanding, IPM Sulawesi Selatan pada 2024 berada di angka 75,18 dan meningkat menjadi 75,92 pada 2025. Sementara itu, IPM nasional juga menunjukkan tren kenaikan dari 75,07 pada 2024 menjadi 75,90 pada 2025.

Artinya, secara umum baik provinsi maupun nasional sama-sama mengalami penguatan kualitas pembangunan manusia, meski dengan laju yang berbeda-beda di tiap wilayah.

Enrekang: Stabil di Tengah Kenaikan Regional

Meski belum mengalami pembaruan angka di 2025, IPM Enrekang dinilai tetap stabil dan berada di atas rata-rata awal Sulawesi Selatan tahun sebelumnya. Posisi ini menunjukkan bahwa Enrekang masih memiliki fondasi pembangunan manusia yang relatif kuat.

Faktor Pendorong IPM

Peningkatan IPM Enrekang dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari tiga dimensi utama:

Pendidikan: Peningkatan akses sekolah, program satu atap, serta dukungan transportasi yang berdampak pada harapan lama sekolah
Kesehatan: Penguatan layanan puskesmas, peningkatan gizi ibu dan anak, serta layanan dasar kesehatan yang lebih luas
Ekonomi: Sektor pertanian, khususnya kopi, hortikultura, dan peternakan sapi yang menopang daya beli masyarakat
Catatan Tantangan

Meski menunjukkan tren positif, sejumlah tantangan masih membayangi, seperti ketimpangan pendapatan antarwilayah, distribusi tenaga kesehatan di daerah terpencil, serta pemerataan kualitas pendidikan.

Pemerataan manfaat pembangunan menjadi isu penting agar peningkatan IPM tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kesimpulan

IPM Enrekang 2024: 75,83 (kategori tinggi)
IPM Sulsel 2025: 75,92 (naik)
IPM Indonesia 2025: 75,90 (naik)

Secara umum, Enrekang masih berada pada posisi stabil dan kompetitif, namun dinamika di tingkat provinsi dan nasional menunjukkan percepatan yang perlu diantisipasi ke depan.(*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita