Sidikalang, Katasulsel.comKoordinator aksi Aliansi Petani Untuk Keadilan (APUK), Duad Sihombing mengatakan, Kepala Dinas Satpol-PP Kabupaten Dairi  Sumatera Utara membungkam demokrasi.

Itu terkait aksi pencabutan puluhan papan bunga bernilai perbedaan pendapat dan menentang kehadiran PT Dairi Prima Mineral (DPM) di daerah ini.

“Kadis Satpol –PP membungkam demokrasi. Papan bunga berisi jeritan petani dari desa  disapu bersih”, kata Duad.

Dia menerangkan, pihaknya menggelar aksi unjuk rasa guna memperingati Hari Lingkungan Hidup. Mereka juga menentang penerbitan revisi amdal PT DPM.

“Kami sudah menyampaikan pemberitahuan ke kepolisian. Titik kumpul di Gedung Nasional Sidikalang, lanjut ke DPRD dan Kantor Bupati. Tiba-tiba dengar kabar papan bunga disapu. Ini terlalu”, kata Duad.

Diutarakan, jika pencopotan barang tersebut merupakan instruksi Bupati, maka bisa dikaterorikan, pejabat teras   tidak menghormati perbedaan pendapat. Ia tidak menghargai suara rakyatnya.

“Kalau tindakan itu atas kemauan Kadis Satpol PP sendiri, maka perlu dievaluasi”, tegas Duad.

Duan menandaskan, aksi itu tidak mengganggu kunjungan Menteri Kependdukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga).
“Issunya beda dan lokasinya tidak dekat”, tandas Duad.

Diberitakan, Kadis Satpol PP. Horas Pardede memimpin pencabutan papan bunga bernada kritik. Salah satu  isinya, Turut Berduka Cita Atas Matinya Nurani Bupati dan Oknum DPRD.

Horas menyebut, tidak ada ijin pemasangan di sana.

“Hari ini ada kunjungan Menteri. Bisa mengganggu”, kata Horas.

Ditanya apakah papan bunga yang kerap dipajang pada acara Bupati  sudah disertai ijin, Horas tidak merespons.

Beberapa jam kemudian, papan bunga itu kembali dipajang personel Satpol PP. Barang dibawa entah darimana mempergunakan mobil operasional. Namun Horas tak ikut di sana.

Ratusan warga asal desa berunjuk rasa damai. Hasil tani dipamerkan. Mereka khawayir masa depan akibat penambangan seng dan timah hitam di Sopokomil Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

Ino dari kepolisian, aksi tersebut sudah didahului surat pemberitahuan.

Diketaui, Mendukbangga, Wihaji  kunker dipusatkan di Balai Budaya Sidikalang. Acara pejabat pusat itu berlangsung baik. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita