Sidikalang, Katasulsel,Com — Pertemuan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /BKKBN (Mendukbangga), dr Wihaji bersama ratusan Tim Pendamping Keluarga dan Kader Pos Yandu di Balai Budaya Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara berlangsung kocak, Kamis (4/6/2026).
“Iklim dingin mempengaruhi stunting. Pesawat tempur mau mendarat sementara landasan belum dipersiapkan. Bahkan, pesawat mau beberapa kali ingin mendarat”, ujar Wihaji di awal ceramah.
Pengantar itu mengundang tawa canda hadirin didominasi kaum ibu.
“Apa artinya stunting”, kata Wihaji turun dari podium dan berada di tengah hadirin layaknya seorang motivator.
Seorang perempuan memulai menjawab. Namun, penjelasannya tetap diapresiasi.
“Siapkan amlop”, kata Wihaji ke staf diikuti penyerahan Rp1 juta.
Pola komunikasi bernuansa ‘cair’ itu sontak mengundang peserta bergairah.
Seorang lansia angkat tangan untuk menjawab.
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan”, jawabnya.
Wihaji berbicara dengannya. Perempuan itu mengaku sudah lama jadi kader Pos Yandu. Punya anak satu dan cucu satu. Wihaji kemudian memberi Rp1 juta.
Pada pertanyaan berikut, puluhan perempuan angkat tangan bersamaan.
“Berani sekali walau jawaban salah”, kata Wihaji.
Pejabat pusat ini mengajukan jamak pertanyaan termasuk kondisi petugas Pos Yandu.
“Siapa pakai baju koyak? Siapa pakai celana koyak? Siapa kawin umur 19 tahun?”, tanya Wihaji.
Wihaji menyebut, kondisi petugas memang memprihatinkan. Tidak ada yang memakai gelang kuning. Saat kunjungan ke rumah warga, kerap dicuekin. Terkadang, target tidak berada di rumah.
Wihaji mengingatkan, selain kekurangan asupan gizi, pernikahan dini turut menjadi penyebab stunting. Dia mengingatkan, idealnya perempuan menikah di umur 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.
Dia menandaskan, perhatian pemerintah kepada perempuan dan balita sangat tinggi. Indonesia satu-satunya negara di dunia memperhatikan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui dan balita lewat Makan Bergizi Gratis (MBG). Itu salah satu pencegahan stunting.
“Saya datang ke ini untuk mendorong percepatan penanganan stunting”, kata Wihaji.
Diutarakan, angka stunting di Dairi dan Pakpak Bharat masih tinggi. 29 persen dan 27 persen. Mungkin itu disebabkan oleh alam. Iklimnya dingin. Hadirin bolak-balik tertawa.
Anggota Komisi 2 DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung turut dalam rombongan menteri. Bupati Dairi, Vickner Sinaga, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dan pejabat daerah menerima kedatangan Wihaji.(*)











