SIDRAP – Liburan akhir pekan di kawasan wisata Air Terjun Sungai Pattumba, Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), berubah menjadi duka. Seorang remaja berinisial HH (15), warga Ajubissue, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai kawasan wisata tersebut, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 12.50 WITA.

Peristiwa itu sempat menghebohkan warga setelah sebuah video berdurasi 26 detik beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah warga dan pengunjung berusaha mencari sekaligus mengevakuasi korban di sekitar aliran air terjun.

Pengelola Taman Wisata Air Terjun Sungai Pattumba, Muhlis, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, korban datang bersama beberapa rekannya untuk menikmati suasana wisata dan berenang di kawasan air terjun.

Namun, menurut Muhlis, rombongan remaja itu beberapa kali mencoba mendekati salah satu titik yang dikenal memiliki arus deras dan kedalaman yang berbahaya.

“Kami sudah memperingatkan mereka hingga tiga kali agar tidak mendekati lokasi itu karena sangat berbahaya,” kata Muhlis saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Sayangnya, peringatan tersebut tidak diindahkan. Berdasarkan keterangan teman-teman korban, HH tetap ikut berenang menuju area tersebut meski diketahui tidak terlalu mahir berenang.

Tak lama kemudian, korban diduga kehilangan kendali setelah terseret arus yang cukup kuat hingga akhirnya tenggelam.

Suasana di lokasi seketika berubah panik. Teman-teman korban berteriak meminta pertolongan, sementara warga sekitar langsung turun melakukan pencarian dengan menyelam ke dasar aliran sungai.

Sekitar satu jam kemudian, korban akhirnya berhasil ditemukan. Warga sempat memberikan pertolongan darurat sebelum korban dievakuasi ke puskesmas terdekat.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis, nyawa remaja tersebut tidak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wisata alam, khususnya air terjun dan sungai, menyimpan potensi bahaya yang tidak boleh dianggap sepele. Arus deras, pusaran air, serta kedalaman yang sulit diperkirakan dapat mengancam keselamatan pengunjung, terlebih bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai.

Pengelola juga mengimbau seluruh pengunjung agar mematuhi setiap peringatan keselamatan yang telah dipasang maupun disampaikan petugas di lokasi. Mengabaikan larangan demi mendekati titik-titik yang dianggap menarik justru dapat berujung pada musibah.

Tragedi di Air Terjun Pattumba ini menjadi duka bagi keluarga korban sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berwisata di kawasan alam terbuka.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini