Makassar, katasulsel.com — Politik Golkar selalu punya bahasa sendiri.
Kadang bukan lewat surat keputusan. Bukan pula lewat konferensi pers. Tetapi lewat satu pertemuan, satu kalimat pendek, lalu ditafsirkan panjang oleh para kader.
Begitu pula yang terjadi pekan ini.
Di Makassar, seorang kader Golkar Sidrap datang bersilaturahmi ke rumah Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Namanya, Ismail Aksa.
Anggota DPRD Sidrap.
Politikus yang selama ini lebih banyak bekerja di lapangan daripada muncul dalam hiruk-pikuk perebutan panggung politik.
Pertemuan itu sebenarnya sederhana.
Namun dalam tradisi politik Golkar, tidak ada silaturahmi yang benar-benar sederhana menjelang Musyawarah Daerah (Musda).
Sebab Musda adalah “pasar politik” internal partai.
Tempat transaksi dukungan berlangsung.
Tempat konsolidasi kekuatan diuji.
Dan tempat lahirnya nahkoda baru.
Maka ketika IAS mengatakan:
“Saya dukung Pak Ismail. Silakan bekerja.”
Kalimat itu langsung menjadi bahan diskusi di warung kopi kader Golkar.
Apakah itu sekadar dukungan moral?
Ataukah sebuah kode politik?
Golkar Sidrap sedang berada di persimpangan jalan.
Partai berlambang pohon beringin itu pernah menjadi kekuatan dominan di Bumi Nene Mallomo.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, dominasi itu tidak lagi sekuat masa-masa emasnya.
Bersambung……….
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
