Tentu itu belum berarti tiket Ketua Golkar Sidrap sudah berada di tangannya.
Masih ada Musda.
Masih ada pemilik suara.
Masih ada dinamika.
Masih ada kemungkinan munculnya kuda hitam.
Namun setidaknya satu pesan mulai terbaca.
Golkar Sulsel tampaknya ingin membangun kembali partai dari dalam.
Bukan dari luar pagar beringin.
Karena partai yang ingin kembali berjaya biasanya akan kembali pada akar.
Dan akar Golkar sejak dulu adalah kaderisasi.
Maka menjelang Musda Sidrap, pertarungannya mungkin bukan lagi soal siapa paling populer.
Tetapi siapa yang dianggap paling mampu mengembalikan kejayaan beringin di tanah Nene Mallomo.
Di situlah nama Ismail Aksa mulai masuk radar.
Dan di situlah publik mulai membaca satu pertanyaan:
Apakah IAS sedang memberi restu?
Atau sekadar mengirim sinyal bahwa era baru Golkar Sidrap segera dimulai? (edybasri)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
