Pangkep, katasulsel.com — Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Psikoedukatif untuk Mendukung Self-Efficacy Akademik Siswa.”
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari PNBP PKM Penugasan Stimulus yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran kimia yang interaktif, menyenangkan, sekaligus responsif terhadap kebutuhan psikologis siswa.
Tim pelaksana diketuai Prof. Dr. Sudding, M.S. Kegiatan ini melibatkan 35 guru kimia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kabupaten Pangkep.
Program tersebut dilatarbelakangi kenyataan bahwa pembelajaran kimia masih sering dipersepsikan siswa sebagai pembelajaran yang sulit, abstrak, dan membutuhkan kemampuan analitis yang tinggi.
Persepsi tersebut dapat memengaruhi keyakinan siswa terhadap kemampuan akademiknya atau academic self-efficacy. Siswa yang memiliki self-efficacy rendah cenderung mudah merasa cemas, ragu mencoba, takut melakukan kesalahan, dan kurang bertahan ketika menghadapi materi atau soal kimia yang dianggap sulit.
Melalui kegiatan PKM ini, para guru memperoleh penguatan mengenai konsep psikoedukasi, self-efficacy akademik, serta keterkaitannya dengan proses pembelajaran kimia.
Guru juga diperkenalkan pada berbagai prinsip pengembangan media pembelajaran yang tidak hanya menyajikan materi pelajaran, tetapi turut memberikan dukungan psikologis kepada siswa.
Media pembelajaran berbasis psikoedukatif dirancang untuk membantu siswa memahami materi secara bertahap, membangun pengalaman keberhasilan, memperoleh penguatan positif, dan mengurangi kecemasan dalam mengikuti pembelajaran.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan suportif, sekaligus mendorong siswa untuk percaya terhadap kemampuannya dalam mempelajari kimia.
Pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, identifikasi permasalahan pembelajaran kimia, demonstrasi media, serta praktik penyusunan rancangan media pembelajaran berbasis psikoedukatif.
Peserta bekerja secara aktif untuk mengembangkan gagasan media yang disesuaikan dengan karakteristik materi kimia dan kebutuhan siswa di sekolah masing-masing.

Dalam kegiatan praktik, guru diarahkan untuk mengintegrasikan sejumlah unsur penting ke dalam media pembelajaran. Di antaranya tujuan pembelajaran yang jelas, penyajian materi secara bertahap, petunjuk yang mudah dipahami, latihan dengan tingkat kesulitan berjenjang, umpan balik positif, aktivitas refleksi, serta pesan-pesan yang dapat meningkatkan keyakinan siswa terhadap kemampuan akademiknya.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan.
Pemahaman guru mengenai kecemasan belajar dan self-efficacy akademik meningkat dari 58 persen pada pretest menjadi 85 persen pada posttest.
Sementara itu, pemahaman mengenai pengembangan media pembelajaran berbasis psikoedukatif meningkat dari 52 persen menjadi 82 persen. Pemahaman mengenai media pembelajaran interaktif juga meningkat dari 55 persen menjadi 80 persen.
Adapun tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai 88 persen.
Peningkatan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan PKM memberikan manfaat bagi peserta, terutama dalam memperluas pemahaman mengenai hubungan antara aspek psikologis siswa dan proses pembelajaran kimia.
Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami bagaimana keyakinan diri, kecemasan, pengalaman keberhasilan, dan dukungan lingkungan belajar dapat memengaruhi keterlibatan serta pencapaian akademik siswa.
Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini menghasilkan rancangan awal media pembelajaran kimia berbasis psikoedukatif yang dapat dikembangkan dan diterapkan oleh guru dalam pembelajaran.
Rancangan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi guru untuk menghasilkan media yang lebih kontekstual, menarik, dan mampu mendukung perkembangan akademik maupun psikologis siswa.
Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Sudding, M.S., menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran kimia perlu dilakukan secara menyeluruh.
Pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi perlu membantu siswa membangun kepercayaan diri, keberanian mencoba, dan ketekunan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Keterlibatan aktif MGMP Kimia Kabupaten Pangkep menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan. Forum MGMP memiliki peran strategis sebagai ruang kolaborasi bagi guru untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan permasalahan pembelajaran, serta mengembangkan inovasi yang dapat digunakan secara bersama-sama.
Melalui kemitraan ini, tim PKM UNM berharap guru-guru kimia dapat terus menyempurnakan dan mengimplementasikan media yang telah dirancang.
Hasil penerapan media tersebut juga diharapkan dapat didiskusikan kembali dalam forum MGMP sehingga terbentuk proses pengembangan pembelajaran yang berkelanjutan.
Kegiatan ini mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan pengembangan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Program tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penciptaan proses pembelajaran yang memperhatikan kesejahteraan psikologis siswa.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, kolaborasi antara Universitas Negeri Makassar dan MGMP Kimia Kabupaten Pangkep diharapkan terus berkembang.
Kemitraan yang berkelanjutan dapat menjadi dasar bagi lahirnya berbagai inovasi pembelajaran kimia yang lebih adaptif, psikoedukatif, dan mampu meningkatkan self-efficacy akademik siswa.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
