Pangkep, Katasulsel.com — Ada perpisahan yang cukup diantar dengan lambaian tangan. Namun, kepergian Iptu Ahmad B Tangko, SH dari Polsek Segeri, Polres Pangkep, terasa berbeda.

Rabu itu, bukan hanya personel kepolisian yang melepasnya. Unsur Forkopimcam, pemerintah kelurahan dan desa, tenaga kesehatan hingga tokoh masyarakat ikut mengantar mantan Kapolsek Segeri tersebut menuju tempat tugas barunya di Polsek Tellu Limpoe, Polres Sidrap.

Camat Mandalle, Kepala Puskesmas Baring, Lurah Segeri, Lurah Bontomate, Kepala Desa Parenreng serta sejumlah tokoh masyarakat hadir bersama personel Polsek Segeri.

Suasananya sederhana. Tetapi haru.

Ada rasa kehilangan seorang pimpinan yang selama bertugas bukan sekadar berdiri di balik meja komando.

Iptu Ahmad dikenal sebagai sosok yang membangun kedekatan dengan masyarakat dan pemerintah di wilayah Kecamatan Segeri. Komunikasi tidak berhenti pada urusan keamanan. Ia hadir dalam berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan.

Di situlah jejak kepemimpinannya terasa.

Selama menjabat Kapolsek Segeri, ia dikenal mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas. Ketegasan tetap ada, tetapi dibarengi sikap terbuka, adil dan bijaksana.

Hubungan antara kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan pun terbangun dalam suasana yang cair.

Bagi masyarakat, pendekatan semacam itu membuat polisi tidak terasa jauh.

Polsek bukan sekadar tempat menerima laporan.

Polisi hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Kontribusi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa prosesi pengantaran Iptu Ahmad berlangsung penuh kekeluargaan.

Mereka tidak sekadar mengantar seorang pejabat yang pindah tugas.

Mereka melepas seseorang yang selama ini telah menjadi bagian dari lingkungan mereka.

Jabatan memang berganti. Seragam dan wilayah tugas boleh berubah. Namun, hubungan yang dibangun dengan ketulusan tidak otomatis ikut berpindah.

Kini, Iptu Ahmad B Tangko mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Tellu Limpoe, Polres Sidrap.

Segeri menjadi halaman yang telah ditutup, tetapi bukan berarti dilupakan.

Sebab, bagi orang-orang yang pernah bekerja bersama dan masyarakat yang pernah merasakan kehadirannya, seorang pemimpin tidak selalu dikenang karena pangkat atau jabatannya.

Ia dikenang karena cara memperlakukan orang lain.

Karena itu, ketika kendaraan yang membawanya meninggalkan Segeri, yang tersisa bukan hanya ucapan selamat jalan.

Ada doa.

Ada terima kasih.

Dan ada harapan agar kebaikan yang pernah ditanam selama bertugas di Segeri kembali tumbuh di tempat pengabdian yang baru.

“Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dan kesuksesan dalam mengemban amanah.”

Jabatan boleh berganti.

Tempat tugas boleh berbeda.

Tetapi kenangan baik dan silaturahmi, tetap tinggal. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini