Pangkep, Katasulsel.com — Mahasiswa KKN dari UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 nggak cuma datang formalitas. Mereka benar-benar turun langsung ke warga lewat program “Gema Hijau”, ngajak masyarakat lebih peduli soal kebersihan lingkungan.

Sebanyak 10 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini. Mereka datang dengan konsep sederhana: sosialisasi dan edukasi, tapi langsung ke inti masalah—soal sampah yang sering dianggap sepele.

Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Pangkajene dan Kepulauan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, dan Yayasan Peduli Negeri.

Koordinator desa, Andi Muh Rif’at Syauqi Arifin, bilang kalau kesadaran soal lingkungan itu harus dimulai dari diri sendiri.

“Jangan tunggu orang lain, kita dulu yang peduli sama lingkungan sekitar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pangkep, Lukman Murtala, blak-blakan soal kondisi di lapangan. Ia menyebut jumlah mobil sampah di daerah masih terbatas.

“Mobil sampah cuma sekitar 12 unit. Jadi warga harus bantu dengan cara pilah sampah dari rumah,” jelasnya.

Dari Makassar, penyuluh lingkungan Suharni juga ikut turun tangan. Ia mengingatkan bahwa urusan sampah itu sebenarnya bisa selesai kalau dimulai dari rumah masing-masing.

Perwakilan Yayasan Peduli Negeri juga kasih pemahaman soal jenis-jenis sampah—mana yang organik, mana yang anorganik—biar warga nggak lagi buang sembarangan.

Lewat kegiatan ini, mahasiswa berharap warga nggak cuma dengar, tapi benar-benar mulai berubah.

Intinya simpel: lingkungan bersih itu bukan tugas pemerintah saja, tapi tanggung jawab semua orang. Mulainya? Dari rumah sendiri.

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita