Maros, Katasulsel.com β Wartawan itu unik.
Saat masyarakat masih terlelap, mereka sudah berada di lokasi kejadian. Ketika orang lain menikmati hari libur, mereka justru sibuk mengejar informasi. Dari kantor bupati hingga lorong desa, dari ruang sidang hingga pesisir pantai.
Namun ironisnya, masih banyak jurnalis yang bekerja sendiri tanpa memiliki wadah organisasi profesi tempat bertukar pikiran, belajar, dan berkolaborasi.
Kondisi itu menjadi perhatian Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Usai memimpin rapat persiapan Rapat Kerja (Raker) KJI Sulsel I Tahun 2026 di Makassar, Sabtu (18/7/2026), Ketua KJI Sulsel Edy Basri menyatakan pihaknya mulai memfokuskan pembentukan kepengurusan baru di tiga daerah strategis, yakni Kabupaten Barru, Pangkep, dan Maros.
Ketiga daerah tersebut dinilai memiliki jumlah wartawan yang cukup banyak dan aktif dalam kegiatan peliputan, namun hingga kini belum memiliki kepengurusan KJI yang definitif.
“Kami mengajak rekan-rekan wartawan di Barru, Pangkep, dan Maros untuk bergabung bersama KJI. Ini kesempatan untuk membangun organisasi dari daerah sendiri,” kata Edy.
Menurutnya, KJI saat ini terus berkembang dan telah memiliki kepengurusan di sejumlah provinsi di Indonesia. Di Sulawesi Selatan sendiri, beberapa daerah telah lebih dulu membentuk dan melantik pengurus.
Kini giliran Barru, Pangkep, dan Maros yang menjadi fokus pengembangan organisasi.
Edy menilai ketiga daerah tersebut memiliki posisi strategis di Sulsel. Maros sebagai daerah penyangga Makassar dan pintu gerbang udara Sulawesi Selatan. Pangkep dengan wilayah daratan dan kepulauan yang luas serta dinamika pemberitaan yang tinggi. Sementara Barru dikenal sebagai daerah yang berkembang pesat di jalur trans Sulawesi.
“Potensi wartawan di tiga daerah ini sangat besar. Tinggal bagaimana kita menyatukan semangat untuk membangun organisasi yang sehat dan bermanfaat bagi profesi,” ujarnya.
KJI, lanjut Edy, hadir bukan untuk bersaing dengan organisasi wartawan lain. Sebaliknya, organisasi ini dibangun sebagai ruang kolaborasi bagi insan pers yang ingin memperkuat kapasitas diri, memperluas jaringan, dan meningkatkan profesionalisme.
Berbagai program telah disiapkan, mulai dari pelatihan jurnalistik, pendidikan organisasi, diskusi profesi, hingga pendampingan menuju Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Kami tidak membangun tembok. Kami membangun jembatan. Siapa pun wartawan yang ingin belajar, berkembang, dan berkolaborasi, pintu KJI terbuka,” tegas Edy.
Karena itu, wartawan di Kabupaten Barru, Pangkep, dan Maros yang belum tergabung dalam organisasi profesi atau ingin menjadi bagian dari KJI dipersilakan menghubungi bidang pembentukan KJI Sulsel melalui nomor WhatsApp 0823-4898-1986.
Jika jumlah anggota di masing-masing daerah telah mencukupi, pembentukan kepengurusan akan segera dilakukan dan dilanjutkan dengan pelantikan resmi.
“Kami ingin KJI hadir hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Semakin banyak wartawan yang terlibat, semakin kuat pula kolaborasi yang bisa dibangun untuk kemajuan profesi jurnalistik,” pungkasnya. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Barru Hari Ini .
