Barru, Katasulsel.com – Persoalan stunting dan tuberkulosis (TBC) menjadi perhatian utama dalam Seminar Program Kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 dan KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Kamiri, Kabupaten Barru.
Seminar yang digelar di Aula Kantor Desa Kamiri, Senin, 13 Juli 2026, menjadi forum bagi mahasiswa untuk memaparkan delapan program kerja sekaligus menyerap masukan dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan perwakilan kecamatan.
Delapan program yang diperkenalkan mencakup bidang kesehatan dan pendidikan, yakni Postur Sehat, BERSERI, SENYUM, LENTERA, SIPAKATAU, SMART, GEMAR PANGAN, serta MANIS (Mandarin Asyik dan Interaktif untuk Siswa).
Dalam sesi diskusi, Kepala Desa Kamiri menyoroti stunting dan TBC sebagai persoalan kesehatan yang masih membutuhkan perhatian serius. Ia berharap mahasiswa KKN, khususnya dari bidang profesi kesehatan, dapat menghadirkan program yang membantu masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga dalam kegiatan kesehatan.
“Kami berharap mahasiswa KKN ini, apalagi profesi kesehatan bisa melakukan program-program yang mendukung penyelesaian masalah tersebut, khususnya bisa menarik ibu-ibu untuk datang rutin ke posyandu,” harapnya.
Masukan teknis juga datang dari bidan Tanru Tedong. Ia menyarankan agar pelaksanaan program Posyandu dipusatkan di Dusun Kamiri untuk meningkatkan efektivitas kegiatan.
Bidan tersebut juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menggunakan pendekatan yang berpotensi membuat warga merasa sedang diuji atau diperiksa.
“Sebaiknya jangan pakai pretest posttest begitu, karena takutnya orang-orang takut datang mereka kira mau dites,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan yang lebih ramah dan sesuai dengan karakter masyarakat penting agar program kesehatan dapat diterima dan diikuti warga secara aktif.
Di sisi lain, program pendidikan MANIS mendapat respons positif dari pihak Kecamatan Barru. Muhammad Ali selaku perwakilan Camat menilai pembelajaran bahasa Mandarin memiliki relevansi dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di Barru.
“Bahasa Mandarin ini juga merupakan salah satu bidang yang sangat dibutuhkan di Barru saat ini. Jadi saya rasa program pembelajaran ini sangat menarik untuk dilakukan,” ungkapnya.
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim KKN Unhas untuk menyesuaikan kembali pendekatan teknis dalam pelaksanaan program kerja.
Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas berkomitmen menghadirkan program yang tidak sekadar bersifat edukatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat, nyaman diikuti, dan mampu memberikan dampak nyata bagi warga Desa Kamiri.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Barru Hari Ini .
