Sidrap, Katasulsel.com — Ada yang menarik dari kedatangan Iptu Ahmad B Tangko, S.H. ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Ia bukan sekadar perwira yang berpindah jabatan.

Saat meninggalkan Segeri, Kabupaten Pangkep, untuk menjalankan tugas baru di Sidrap, Ahmad bahkan diantar langsung oleh camat setempat. Sebuah cara perpisahan yang memperlihatkan kedekatan yang terbangun selama ia memimpin Polsek Segeri.

Kini, pria kelahiran Tana Toraja, 5 Oktober 1980, itu kembali ke Sidrap.

Bukan sebagai orang asing.

Ia pernah bertugas di daerah ini. Bahkan pernah dipercaya sebagai Ps Kapolsek Watang Pulu.

Namun kali ini, pangkat dan tanggung jawabnya membawanya ke wilayah berbeda.

Ahmad B Tangko dipercaya menjadi Kapolsek Tellu Limpoe Polres Sidrap.

Lebih dari 25 tahun mengabdi sebagai anggota Polri, perjalanan Ahmad tidak dibentuk oleh satu fungsi saja. Ia pernah bersentuhan dengan sabhara, reserse, narkoba, intelkam hingga pembinaan personel.

Jejak itulah yang kini dibawanya ke Tellu Limpoe.

Ahmad mengawali pengabdiannya sebagai anggota Polri pada 23 Desember 2000 dengan pangkat Bripda. Penugasan awalnya berada di lingkungan Polda Sulawesi Tengah.

Ia kemudian menjadi Bintara Sat Sabhara Polres Donggala sebelum masuk lebih jauh ke fungsi reserse.

Pada 2009, Ahmad dipercaya sebagai Penyidik Pembantu Satresnarkoba Polres Palu. Pengalamannya di bidang tersebut berlanjut hingga dipercaya menjadi Kanit Idik Satresnarkoba Polres Palu pada 2018.

Perjalanannya kemudian semakin beragam.

Ahmad pernah bertugas di Polres Toraja Utara, termasuk pada fungsi pembinaan operasional Satresnarkoba dan Intelkam.

Dari satu fungsi ke fungsi lain, pengalaman itu membuatnya terbiasa berhadapan dengan persoalan yang membutuhkan ketelitian, informasi dan keputusan cepat.

Tahun 2022, perjalanan Ahmad membawanya ke Sidrap.

Ia masuk dalam lingkungan Polres Sidrap sebagai Pama. Setahun kemudian, tepatnya November 2023, ia dipercaya menjadi Ps Kapolsek Watang Pulu.

Di posisi itu, Ahmad mulai mengenal lebih dekat karakter masyarakat Sidrap.

Ia tidak hanya berhadapan dengan persoalan keamanan dari balik meja, tetapi juga harus membangun komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat.

Pada Juni 2025, ia kemudian dipercaya menjabat Kasubbagdalpers Bag SDM Polres Sidrap.

Namun beberapa bulan kemudian, ia kembali mendapat penugasan baru.

November 2025, Ahmad meninggalkan Sidrap untuk memimpin Polsek Segeri, Polres Pangkep.

Sekitar sembilan bulan berada di Segeri, ia kembali ke Sidrap.

Kali ini bukan ke Watang Pulu, melainkan ke Tellu Limpoe.

Pengalaman sebagai Kapolsek Segeri menjadi bekal penting untuk menjalankan tugas barunya. Sebab memimpin sebuah polsek tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum.

Kapolsek juga harus mampu membaca situasi, menggerakkan personel, menjalin komunikasi dengan pemerintah kecamatan dan membangun kepercayaan masyarakat.

Pengalaman Ahmad di berbagai fungsi kepolisian menjadi bagian dari modal tersebut.

Ia pernah menangani perkara narkoba, berada di fungsi intelijen, terlibat dalam pembinaan operasional hingga mengurusi pembinaan personel.

Karena itu, perjalanan kariernya tidak hanya berbicara soal berapa banyak jabatan yang pernah diduduki, tetapi juga tentang beragam pengalaman yang dikumpulkan sebelum sampai pada posisi Kapolsek.

Jenjang kepangkatannya pun ditempuh secara bertahap.

Ahmad menyandang pangkat Bripda pada 2000, Briptu pada 2005, Brigpol pada 2009, Bripka pada 2013, Aipda pada 2018, kemudian Ipda pada 2018.

Sejak 1 Januari 2023, ia menyandang pangkat Iptu.

Ia juga pernah mengikuti pendidikan Setukpa pada 2018 dan menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Muhammadiyah Palu pada 2006.

Kini, pengalaman panjang tersebut akan diuji kembali di Tellu Limpoe.

Wilayah baru, masyarakat baru, sekaligus tantangan baru.

Meski begitu, Ahmad datang dengan satu keuntungan yang tidak dimiliki semua pejabat baru: ia sudah mengenal Sidrap.

Ia pernah menjadi bagian dari Polres Sidrap. Ia pernah memimpin di Watang Pulu. Dan kini ia kembali dengan pengalaman memimpin Polsek Segeri.

Ada semacam lingkaran yang kembali bertemu.

Dulu mengenal Sidrap dari Watang Pulu. Kini kembali untuk memimpin Tellu Limpoe.

Sementara kisah dirinya diantar langsung Camat Segeri saat meninggalkan Pangkep menjadi bagian tersendiri dari perjalanan tersebut.

Itu menunjukkan bahwa perpindahan jabatan tidak selalu berarti sekadar pergantian seragam dan wilayah kerja.

Kadang, ia juga meninggalkan hubungan yang telah dibangun selama menjalankan tugas.

Di Tellu Limpoe, Ahmad kini punya pekerjaan baru.

Bukan sekadar menjaga wilayah tetap aman ketika masalah muncul.

Tetapi membangun kedekatan dengan masyarakat agar masalah keamanan bisa dicegah sebelum menjadi besar.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini