Sidrap, Katasulsel.com — Krisis air bersih mulai dirasakan warga di tiga kecamatan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Penurunan debit sumber air hingga sekitar 90 persen membuat sebagian pelanggan Perumda Tirta Saromase kesulitan memperoleh pasokan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi itu dirasakan warga Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu. Susanti, salah seorang warga, mengatakan krisis air mulai terasa sejak akhir Juli dan semakin parah sepanjang Agustus.

“Sudah sekitar sebulan terakhir ini terasa krisis air bersih. Sejak akhir Juli sampai Agustus ini,” kata Susanti, Jumat (21/8/2026).

Persediaan air di rumahnya semakin terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bahkan harus menumpang mengambil air di rumah tetangga.

“Terpaksa numpang ambil air di tetangga karena susah sekali mi sekarang dapat air,” ujarnya.

Keluhan serupa datang dari warga Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang. Bahrul Appas mengatakan keluarga orang tuanya di wilayah tersebut mulai kesulitan mendapatkan air bersih sejak sekitar sepekan terakhir.

“Ini sudah seminggu terasa susahnya dapat air bersih di Lalebata. Di sana itu rumah orang tua saya,” kata Bahrul.

Warga Lalebata selama ini banyak mengandalkan sumur. Namun, debit air sumur ikut menurun sehingga kebutuhan rumah tangga semakin sulit dipenuhi.

“Ini kan warga pakai sumur dan itu sudah menurun sekali debit airnya,” katanya.

Bahrul kemudian berkomunikasi dengan Perumda Tirta Saromase agar distribusi air bersih dapat dilakukan ke kawasan yang terdampak.

Direktur Perumda Tirta Saromase, Andi Hindi Tongkeng, membenarkan adanya penurunan pasokan air di sejumlah wilayah Sidrap.

Menurutnya, sedikitnya tiga kecamatan terdampak cukup signifikan, yakni Tellu Limpoe, Watang Pulu, dan kawasan Pangkajene di Kecamatan Maritenggae.

“Wilayah yang cukup terdampak krisis air bersih yakni di Kecamatan Tellu Limpoe, Kecamatan Watang Pulu dan Pangkajene,” kata Andi Hindi.

Perumda Tirta Saromase saat ini melayani sekitar 8.000 pelanggan. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 20 hingga 30 persen pelanggan ikut terdampak akibat turunnya debit air.

“Pelanggan kami ada sekitar 8 ribu. Kalau yang terdampak sekitar 20 sampai 30 persen,” ujarnya.

Kondisi paling berat terjadi pada pelanggan yang bergantung pada sumber air permukaan. Debit air di bendungan yang menjadi salah satu sumber air baku Perumda Tirta Saromase disebut telah turun sangat drastis.

“Kalau air sumur dalam masih bisa, walaupun penurunannya sekitar 50 persen. Yang lebih parah itu yang menggunakan air permukaan karena sumber kami di bendungan sudah krisis, air turun sudah 90 persen,” jelasnya.

Penurunan debit tidak serta-merta membuat seluruh pelanggan kehilangan pasokan. Sebagian warga masih mendapatkan aliran air, terutama pada malam hari.

Namun, kondisi berubah ketika kebutuhan air meningkat pada jam-jam sibuk. Pasokan dari sumber air permukaan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan secara normal.

Untuk mengurangi dampak krisis, Perumda Tirta Saromase memilih turun langsung mendistribusikan air ke permukiman warga.

Distribusi dilakukan secara door-to-door menggunakan kendaraan bak terbuka yang dilengkapi dua tandon berkapasitas total sekitar 2.000 liter. Armada tersebut juga diperkuat melalui koordinasi dengan BPBD Sidrap.

“Kita di PDAM tidak ada mobil tangki. Jadi kita koordinasi pinjam ke BPBD. Kami juga punya satu mobil yang saya isi dua tandon dengan kapasitas 2.000 liter,” kata Andi Hindi.

Distribusi air telah berlangsung hampir setiap hari kerja dengan menyesuaikan kebutuhan wilayah.

Pada pagi hari, armada diarahkan ke Tellu Limpoe. Sore harinya distribusi dilanjutkan ke Watang Pulu. Permintaan tambahan dari warga tetap dilayani jika armada tersedia.

“Hampir lima hari kerja kita distribusi air bersih ke warga. Biasanya pagi ke Tellu Limpoe, sore ke Watang Pulu. Besoknya kalau tiba-tiba ada yang butuh, kita antarkan lagi,” pungkasnya.

Di tengah debit sumber air yang terus menurun, distribusi tersebut menjadi salah satu cara sementara untuk menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini