Sidrap, Katasulsel.com — Bagi Andi Muhammad Yusuf Ruby, menjadi pengusaha bukan sekadar profesi. Dunia usaha adalah jalan yang ia bangun sendiri, bertahap dari bawah, hingga kemudian dipercaya memimpin sejumlah organisasi pengusaha di Sulawesi Selatan.
“Saya asli Sidrap, saya pengusaha tulen,” ujar Andi Muhammad Yusuf Ruby kepada media, Rabu, 2 September 2026.
Kalimat itu terdengar sederhana. Namun bagi Yusuf Ruby, ada perjalanan panjang di baliknya.
Lahir dan besar sebagai putra daerah Sidrap, Yusuf Ruby memilih dunia usaha sebagai ruang untuk membangun kemandirian. Ia tidak datang dari jalur birokrasi ataupun meniti karier sebagai politisi.
Ia tumbuh sebagai pengusaha yang membangun usaha dari bawah.
Pengalaman panjang tersebut kemudian membawanya ke berbagai organisasi bisnis. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua HIPMI Makassar. Setelah itu, kiprahnya di daerah berlanjut dengan menjadi Ketua Kadin Sidrap selama dua periode.
Kini, ia dipercaya sebagai Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Sidrap.
Jejak tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Yusuf Ruby bukan hanya aktif sebagai pengusaha, tetapi juga memiliki pengalaman dalam membangun jejaring dan mengorganisasi pelaku usaha.
Dengan latar belakang Sarjana Ekonomi, ia melihat dunia usaha bukan semata-mata soal mengejar keuntungan.
Ada tanggung jawab sosial yang menurutnya tidak boleh ditinggalkan.
Karena itu, ketika Sidrap belakangan ramai diperbincangkan akibat maraknya pemberitaan mengenai kasus penipuan online atau yang populer disebut sobis, Yusuf Ruby mengaku prihatin.
Menurut dia, persoalan tersebut tidak boleh membuat identitas Sidrap secara keseluruhan kemudian dilekatkan dengan aktivitas ilegal yang dilakukan sebagian orang.
Sidrap memiliki banyak wajah lain yang jauh lebih besar.
Ada petani yang bekerja keras di sawah, pelaku UMKM yang membangun usaha dari kecil, pedagang yang menghidupi keluarga, profesional, akademisi, tokoh masyarakat, hingga pengusaha yang bertahun-tahun membangun bisnis secara legal dan mandiri.
Yusuf Ruby termasuk salah satu di antaranya.
Ia berharap Sidrap lebih banyak dikenal melalui prestasi dan potensi ekonominya daripada pemberitaan mengenai kasus penipuan.
“Sebagai orang Sidrap, tentu saya prihatin kalau daerah kelahiran kita lebih dikenal karena kasus-kasus seperti itu,” katanya.
Baginya, menjaga nama baik daerah bukan hanya pekerjaan pemerintah.
Para pengusaha, tokoh masyarakat, generasi muda dan seluruh elemen masyarakat juga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menunjukkan bahwa Sidrap memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing.
Pengalaman Yusuf Ruby di dunia usaha membuat pandangannya terhadap persoalan tersebut cukup berbeda.
Ia memahami bahwa membangun kepercayaan membutuhkan waktu panjang, sementara merusaknya bisa terjadi dalam hitungan hari.
Dalam dunia bisnis, reputasi adalah modal.
Karena itu, ia ingin citra Sidrap dibangun melalui kerja nyata: menciptakan usaha, membuka lapangan pekerjaan, memperkuat UMKM dan menghadirkan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perjalanan Yusuf Ruby sendiri menjadi contoh bagaimana seorang putra daerah dapat membangun karier melalui dunia usaha.
Dari seorang pengusaha, ia kemudian dipercaya memimpin organisasi pengusaha di tingkat kota dan kabupaten. Kini, ia berada di posisi yang memungkinkan dirinya ikut mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui ISMI Sidrap.
Bagi Yusuf Ruby, menjadi pengusaha tulen berarti berani memulai, bertahan ketika sulit, membangun kepercayaan, dan terus bergerak meski prosesnya tidak selalu mudah.
Dan sebagai orang asli Sidrap, ia ingin satu hal: *daerah kelahirannya dikenal bukan karena sobis, tetapi karena orang-orangnya yang bekerja, berusaha dan berprestasi. ()
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
