Sidrap, Katasulsel.com — Fenomena menarik terjadi di dunia pendidikan tinggi Sulawesi Selatan. Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Muhammadiyah Sidrap mencatat lonjakan mahasiswa baru yang cukup spektakuler pada Tahun Akademik 2026/2027.
Sebanyak 1.077 mahasiswa tercatat telah mendaftar melalui jalur reguler dan nonreguler. Dari jumlah tersebut, 1.042 mahasiswa baru resmi mengikuti Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) yang menjadi pintu masuk menuju kehidupan akademik di kampus tersebut.
Ribuan mahasiswa tampak memadati lokasi kegiatan. Mereka datang dengan latar belakang daerah, pengalaman, dan cita-cita yang berbeda, namun disatukan oleh satu semangat yang sama: menjadi bagian dari generasi tenaga kesehatan masa depan Indonesia.
Dalam perspektif pendidikan tinggi, angka ini bukan sekadar statistik penerimaan mahasiswa baru. Fenomena tersebut mencerminkan meningkatnya trust publik terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola institusi, serta kapasitas akademik yang dimiliki ITKES Muhammadiyah Sidrap.
MASTAMA sendiri merupakan bagian dari proses adaptasi akademik yang dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa terhadap budaya kampus, etika keilmuan, sistem pembelajaran berbasis kompetensi, hingga nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menjadi identitas perguruan tinggi tersebut.
Momentum ini juga menjadi fase transisi penting dari dunia sekolah menuju dunia akademik. Para mahasiswa mulai diperkenalkan dengan paradigma Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai fondasi utama kehidupan kampus.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama. Suasana penuh energi muda, optimisme, dan semangat kolaborasi mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.
Tak sedikit yang menyebut gelombang mahasiswa baru tahun ini sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah ITKES Muhammadiyah Sidrap. Kondisi tersebut sekaligus menegaskan posisi kampus ini sebagai salah satu pusat pendidikan kesehatan yang semakin diperhitungkan di kawasan Ajatappareng dan Sulawesi Selatan.
Di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, kehadiran 1.077 mahasiswa baru menjadi modal sosial dan intelektual yang besar. Mereka adalah calon tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, dan pemimpin masa depan yang akan mengisi berbagai ruang pengabdian di masyarakat.
Kini, langkah pertama telah dimulai. Dari ruang kuliah, laboratorium, hingga pengabdian di lapangan, ribuan mahasiswa baru itu tengah menapaki jalan panjang menuju satu tujuan besar: menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045 yang unggul, profesional, dan berdaya saing global. (*)
