Sidrap, Katasulsel.comUniversitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar KKN Expo Angkatan VIII Tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi ajang mahasiswa memamerkan berbagai produk, kuliner, hingga hasil kreativitas selama menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 41 desa di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

KKN Expo Angkatan VIII resmi dibuka Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 2-3 September 2026.

Beragam produk kuliner dan kerajinan hasil pengembangan mahasiswa bersama masyarakat desa dipamerkan sekaligus dijual kepada pengunjung.

Usai membuka kegiatan, Rektor UMS Rappang berkeliling mengunjungi sejumlah stan. Ia mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang membawa potensi dan produk khas dari desa lokasi KKN ke lingkungan kampus.

“Expo ini sebenarnya merupakan salah satu bentuk rekognisi yang akan menjadi salah satu penilaian dari seluruh aktivitas kegiatan KKN,” kata Prof. Jamaluddin dalam sambutannya.

Menurutnya, KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Prof. Jamaluddin Ahmad menekankan kemampuan menyelesaikan persoalan secara mandiri menjadi salah satu pelajaran penting yang harus diperoleh mahasiswa selama KKN.

Selama berada di lokasi KKN, mahasiswa masih dapat berkoordinasi dengan koordinator posko, koordinator desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), divisi KKN, hingga pimpinan universitas jika menghadapi persoalan.

Namun, situasinya akan berbeda ketika mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan dan terjun ke dunia kerja.

“Kalau sudah jadi sarjana, ada masalah tidak bisa lagi lapor ke Pak Rektor. Tidak bisa lagi. Tetapi Anda harus menyelesaikannya sendiri,” tegasnya.

Ia mengatakan pengalaman menghadapi berbagai persoalan selama KKN diharapkan menjadi bekal mahasiswa ketika menghadapi tantangan yang lebih kompleks setelah lulus.

Rektor juga menyampaikan apresiasi atas respons positif masyarakat dan pemerintah desa terhadap keberadaan mahasiswa KKN UMS Rappang.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari sejumlah kepala desa dan aparat desa, keberadaan mahasiswa UMS Rappang dinilai memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Semua yang saya dengar itu positif, semua tidak ada yang negatif,” katanya.

Rektor berharap apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk mempertahankan kualitas pengabdian hingga seluruh rangkaian KKN berakhir.

Ia juga meminta dosen pembimbing dan pengelola KKN memberikan penilaian secara objektif terhadap proses yang telah dijalani mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengingatkan mahasiswa agar KKN tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun pameran produk.
Menurutnya, berbagai pengalaman, data, persoalan, dan potensi yang ditemukan mahasiswa selama berada di desa dapat dikembangkan menjadi bahan penelitian dan tugas akhir.

“Selama kita sudah memiliki pengalaman yang banyak, sudah memiliki data yang tidak sedikit, sudah memiliki peristiwa-peristiwa yang ada di desa, itu bisa menjadi tema atau inspirasi dalam menyusun skripsi,” jelasnya.

Ia mendorong mahasiswa mulai mempersiapkan penelitian dan skripsi sejak semester VII sehingga proses penyelesaian studi dapat berlangsung lebih cepat.

“Kalau lebih cepat, lebih bagus supaya lebih cepat juga merasakan bagaimana menjadi sarjana,” tuturnya.

Rektor juga pentingnya mahasiswa membawa hasil program kerja yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat ke dalam KKN Expo.

Ia menilai Expo seharusnya tidak hanya dipenuhi produk makanan dan minuman, tetapi juga menampilkan berbagai inovasi serta program yang telah dijalankan mahasiswa di desa.
Salah satunya adalah program digitalisasi desa.

“Misalnya pendampingan digitalisasi desa. Bagaimana cara menginput data, bagaimana cara mengolah data, bagaimana cara menginput media sosial,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu membuat media sosial untuk kegiatan KKN, tetapi juga membantu mengaktifkan dan mengelola media sosial resmi desa.

Rektor berharap pelaksanaan KKN Expo pada tahun-tahun berikutnya dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih terbuka dan melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Ia bahkan mengusulkan agar Expo berikutnya dapat digelar di ruang publik atau disinergikan dengan kegiatan pemerintah daerah sehingga produk dan inovasi mahasiswa serta potensi desa dapat dikenal lebih banyak masyarakat.

“Harapan kita setiap mahasiswa yang program-program kerjanya bersentuhan dengan kegiatan di desa itu dibawa ke stan Expo. Dibawa ke stan supaya bisa kita rekognisi sekaligus menjadi bahan ide bagi teman-temannya yang lain,” katanya.

Ia menegaskan, tujuan akhirnya adalah memastikan kegiatan KKN benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Prof. Jamaluddin Ahmad turut mengapresiasi kerja mahasiswa dan dosen pendamping yang telah menjalankan KKN selama kurang lebih dua bulan.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, masyarakat, dosen pembimbing, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan KKN Angkatan VIII.

“Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan selama kurang lebih dua bulan ini bernilai ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya. (*)