Sidrap, Katasulsel.com — Kalau biasanya halaman Makodim identik dengan kegiatan kemiliteran, bulan Juni dan Juli ini suasananya bakal sedikit berbeda.

Sorak-sorai pendukung sepak bola akan mengambil alih.

Kodim 1420/Sidrap menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 dan mengundang seluruh masyarakat untuk datang meramaikan. Layar videotron disiapkan agar warga bisa menikmati pertandingan bersama-sama dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

Komandan Kodim 1420/Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan kegiatan tersebut sengaja dibuat untuk menghadirkan hiburan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

“Piala Dunia itu pesta rakyat dunia. Kami ingin masyarakat Sidrap juga bisa merasakan suasana itu bersama-sama. Tidak perlu jauh-jauh, cukup datang ke Makodim dan kita nikmati pertandingan dengan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Menurut Dandim, sepak bola adalah olahraga yang bisa menyatukan semua kalangan.

“Di lapangan mungkin ada yang dukung Argentina, Brasil, Inggris atau tim lainnya. Tapi di luar lapangan, kita tetap satu sebagai masyarakat Sidrap. Itu yang ingin kami bangun melalui kegiatan ini,” katanya.

Di kampung-kampung, saat Piala Dunia berlangsung, suasana memang selalu berbeda. Warung kopi penuh. Grup WhatsApp ramai. Orang yang biasanya tidur cepat tiba-tiba kuat begadang sampai subuh.

Kadang ada yang berdebat soal Messi, ada yang ngotot soal Mbappé, ada pula yang yakin tim kuda hitam bakal bikin kejutan.

Namun begitu gol tercipta, semua spontan berdiri dan berteriak bersama.

Momen seperti itulah yang ingin dihadirkan Kodim 1420/Sidrap.

Bukan sekadar nobar.

Bukan sekadar menonton bola.

Tetapi menghadirkan ruang tempat masyarakat bisa berkumpul, bercanda, saling mengenal, dan menikmati euforia Piala Dunia tanpa sekat.

“Kami berharap masyarakat dapat hadir dan meramaikan kegiatan ini. Mari kita jadikan Piala Dunia sebagai ajang mempererat silaturahmi dan persaudaraan,” tutup Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar.

Di tengah banyaknya aktivitas dan kesibukan sehari-hari, terkadang kebersamaan lahir dari hal yang sederhana.

Seperti duduk berdampingan di depan layar besar.

Menunggu gol.

Lalu bersorak bersama. (*)