Sidrap, Katasulsel.com — Ini bukan pertandingan yang dipenuhi hujan gol. Tidak ada pesta skor. Tidak ada pemain yang mencetak hattrick.

Namun justru karena itulah duel Ganggawa FC melawan PS Cipta Utama di Grup G terasa menarik untuk disaksikan.

Sejak menit awal, kedua tim langsung menunjukkan karakter yang berbeda.

Ganggawa FC tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Sufirman, Syawal, dan H. Muji beberapa kali menjadi motor serangan tuan rumah. Bola lebih sering berada di area permainan PS Cipta Utama.

Namun dominasi tidak selalu berbanding lurus dengan gol.

PS Cipta Utama menunjukkan disiplin bertahan yang luar biasa. Teja, Sahrul, Hamdani dan kawan-kawan membangun tembok yang sulit ditembus.

Setiap serangan Ganggawa FC selalu mendapat perlawanan ketat.

Babak pertama berjalan seperti pertandingan catur.

Tidak banyak peluang bersih.

Tidak banyak ruang terbuka.

Kedua tim saling membaca gerakan lawan.

Bahkan hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan mulai meningkat.

Ganggawa FC sadar mereka harus mengambil risiko jika ingin meraih kemenangan.

Pelatih M. Yusuf terlihat beberapa kali berdiri dari bangku cadangan memberi instruksi agar anak asuhnya bermain lebih menekan.

Di sisi lain, PS Cipta Utama justru terlihat semakin nyaman menunggu peluang serangan balik.

Beberapa kali Ilham Aswar dan Andri mencoba memanfaatkan ruang kosong di belakang pertahanan Ganggawa FC.

Pertandingan mulai terbuka.

Tensi meningkat.

Duel-duel fisik semakin sering terjadi.

Empat kartu kuning yang dikeluarkan wasit Fachruddin menjadi bukti bahwa tidak ada pemain yang ingin kalah sore itu.

Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, banyak penonton mulai meyakini laga akan berakhir imbang.

PS Cipta Utama terlihat semakin percaya diri membawa pulang satu poin.

Namun sepak bola sering menghadirkan cerita yang tidak terduga.

Menit ke-74.

Satu celah muncul.

Satu peluang tercipta.

Dan Glenk tidak menyia-nyiakannya.

Striker bernomor punggung 9 itu menjadi sosok yang memecahkan kebuntuan. Tendangannya sukses mengubah stadion yang sempat tegang menjadi lautan sorak-sorai.

Gol tersebut bukan sekadar gol kemenangan.

Gol itu merupakan hadiah dari kesabaran Ganggawa FC yang terus menekan selama lebih dari satu jam pertandingan.

Setelah unggul 1-0, Ganggawa FC bermain lebih tenang.

Sebaliknya, PS Cipta Utama yang sebelumnya nyaman bertahan terpaksa keluar menyerang.

Sayangnya waktu tidak lagi cukup.

Peluit panjang berbunyi.

Ganggawa FC menang 1-0.

Bagi penonton, pertandingan ini mungkin hanya menghasilkan satu gol.

Tetapi bagi para pecinta sepak bola, laga ini menunjukkan bahwa kemenangan tidak selalu lahir dari pesta gol.

Kadang kemenangan datang dari kesabaran, disiplin, dan kemampuan memanfaatkan satu kesempatan yang muncul di tengah pertandingan yang nyaris tanpa celah.

Dan sore itu, Glenk menjadi nama yang paling diingat dari Stadion Ganggawa. (*)