Putri Ramadhani Bahar
SIDRAP, KATASULSEL.COM — Anemia sering dianggap masalah kesehatan biasa.
Padahal, bagi remaja putri, kondisi kekurangan sel darah merah ini bisa menjadi ancaman serius yang memengaruhi konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas sehari-hari.
Karena itulah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin turun langsung ke sekolah untuk mengedukasi para siswi tentang bahaya anemia sekaligus membagikan Tablet Tambah Darah (TTD).
Program bertajuk “Remaja Putri Bebas Anemia” itu dilaksanakan di UPT SMP Negeri 4 Maritengngae, Kelurahan Empagae, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni pada 21 Juli 2026 untuk siswi kelas VIII dan IX, serta 23 Juli 2026 untuk siswi kelas VII.
84 Siswi Jadi Sasaran Edukasi
Sebanyak 84 siswi mengikuti program tersebut.
Rinciannya, 56 siswi kelas VIII dan IX, serta 28 siswi kelas VII.
Mereka mendapat edukasi mengenai anemia yang selama ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak dialami remaja putri.
Banyak remaja tidak menyadari dirinya mengalami anemia.
Gejalanya sering dianggap sepele, seperti mudah lelah, pusing, lesu, sulit berkonsentrasi, hingga sering mengantuk saat belajar.
Padahal jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Dibekali Pengetahuan Sebelum Diberi TTD
Mahasiswa KKN-PK Unhas tidak hanya membagikan tablet tambah darah.
Mereka terlebih dahulu memberikan edukasi mengenai penyebab anemia, gejala yang perlu diwaspadai, dampaknya bagi kesehatan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak usia remaja.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta.
Selanjutnya, para siswi mengikuti sesi edukasi interaktif mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang, konsumsi makanan kaya zat besi, serta manfaat mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin.
Setelah materi selesai diberikan, peserta kembali mengikuti post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan mereka.
Kepala Puskesmas Turut Hadir
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pencegahan anemia di kalangan remaja, pembagian Tablet Tambah Darah dilakukan melalui kerja sama dengan UPT Puskesmas Empagae.
Khusus untuk kegiatan yang diikuti siswi kelas VIII dan IX, pembagian TTD turut didampingi langsung oleh Kepala UPT Puskesmas Empagae bersama tim kesehatan.
Kehadiran tenaga kesehatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, layanan kesehatan, dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan remaja di Kabupaten Sidrap.
Anemia, Musuh Senyap Remaja Putri
Penanggung jawab kegiatan, Putri Ramadhani Bahar, mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa edukasi menjadi langkah awal yang penting dalam mencegah anemia.
“Harapan kami, para siswi tidak hanya memahami materi yang telah disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang dimiliki diharapkan menjadi langkah awal untuk mencegah anemia, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta membiasakan diri mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin sesuai anjuran,” ujarnya.
Menurutnya, remaja yang sehat akan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi generasi yang aktif, produktif, dan berprestasi.
Investasi Kesehatan untuk Masa Depan
Program “Remaja Putri Bebas Anemia” bukan sekadar kegiatan penyuluhan biasa.
Di balik pembagian Tablet Tambah Darah dan edukasi kesehatan, tersimpan upaya membangun kesadaran sejak dini bahwa kesehatan merupakan modal utama untuk meraih masa depan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap semakin banyak remaja putri di Sidrap yang memahami pentingnya menjaga kadar hemoglobin, menerapkan pola makan sehat, dan tidak lagi menganggap anemia sebagai masalah sepele.
Sebab, generasi yang kuat tidak hanya lahir dari pendidikan yang baik, tetapi juga dari tubuh yang sehat dan terbebas dari anemia.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
