Makassar, Katasulsel.com – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan (PAN Sulsel) hingga kini menunda Musyawarah Daerah (Musda) lanjutan di enam kabupaten/kota, termasuk Sidrap, Palopo, Pinrang, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru. Penundaan ini bukan tanda lemahnya partai, tapi bagian dari strategi mencari figur yang tepat untuk memimpin DPD masing-masing daerah.
Husniah Talenrang, Ketua DPW PAN Sulsel, menegaskan bahwa proses ini sengaja dilakukan secara hati-hati. “Kita masih mencari-cari figur dulu. Ini sementara kami rembukkan,” ujarnya. Strategi selektif ini sejalan dengan target tinggi yang diberikan DPP PAN untuk PAN Sulsel, termasuk memastikan kepemimpinan DPD di Sidrap dan daerah lain solid dan siap menghadapi pemilu mendatang.
Andi Patoppoi, mantan Ketua PAN Pinrang, yang kini fokus di struktur DPW, menambahkan, “Mungkin Ibu Ketua sedang menilai figur terbaik agar DPD nanti memiliki kepemimpinan yang kuat dan strategis. Tidak tergesa-gesa, tapi tepat sasaran.”
Situasi serupa terjadi di beberapa daerah lain yang masih berstatus formatur, seperti Bone, Makassar, Luwu, dan Wajo. Para formatur belum mendapat arahan final dari DPW untuk bermusyawarah menentukan ketua DPD masing-masing. Hamzah Hamid, formatur PAN Makassar, mengakui belum ada jadwal lanjutan Musda, sementara Sangkala Saddiko menambahkan belum ada arahan resmi dari DPW.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto, menilai strategi menunda Musda bisa jadi langkah tepat. “Penundaan bukan karena minim kader, tapi justru untuk memastikan figur yang dipilih benar-benar tepat dan mampu membawa DPD bersinergi dengan visi partai. Musda yang tergesa-gesa bisa menimbulkan gesekan internal,” jelasnya. Ia menambahkan, proses ini juga terkait dengan dinamika kepemimpinan dan keseimbangan kepentingan politik di tingkat lokal.
Fokus mencari figur terbaik sekaligus menjaga sinergi internal menjadi kunci bagi PAN Sulsel. Dengan strategi ini, Sidrap, Pinrang, Palopo, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru diharapkan memiliki kepemimpinan DPD yang solid, siap menghadapi tantangan politik dan pemilu mendatang, serta mampu memperkuat jaringan partai di tingkat provinsi dan nasional.
Di tengah proses seleksi figur ini, PAN Sulsel menegaskan bahwa Musda bukan sekadar formalitas, tapi momentum strategis untuk memastikan setiap DPD dipimpin orang yang tepat, sehingga konsolidasi partai tetap kuat dan target politik tetap terjaga.
Dengan pendekatan ini, Sidrap dan lima daerah lainnya siap menjadi basis politik yang kokoh, bukan karena terburu-buru, tapi karena dipimpin figur yang tepat dan visioner. (*)



Tinggalkan Balasan